Film sebagai Pelengkap Pendidikan

Richaldo Y Hariandja
13/10/2015 00:00
 Film sebagai Pelengkap Pendidikan
(MI/Adam Dwi)
Direktur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji menyatakan film menjadi sebuah sinergi antara anak muda dan media. Oleh karena itu, film dapat menjadi sebuah unsur pelengkap pendidikan.

"Film hampir sama dengan pendidikan, bisa menyebarkan pesan bagi masyarakat plural," ucap Budi saat ditemui pada ajang premier Eagle Documentary Awards di Jakarta, kemarin (12/10).

Oleh karena itu, lanjut Budi, perlombaan film dokumenter menjadi sebuah ajang untuk anak muda menunjukkan pesan mereka. Terlebih lagi, lewat film dokumenter yang bertemakan Keberagaman dan Sosial mengenai Indonesia.

Secara khusu, dirinya mengapreisiasi pagelaran Eagle Awards Documentary Competition 2015 yang sudah memiliki 5 film sebagai finalis. Menurut Budi, tema Merajut Indonesia menjadi cerminan potensi nasional kebangsaan. "Sama dengan yang kami lakukan di Lemhannas, kami coba berikan yang terbaik bagi Indonesia, begitu pula dengan anak-anak muda tersebut," lanjut Budi.

Sementara itu, Ketua Badan Perfilman Indonesia Kemala Atmodjo saat ditemui dalam kesempatan yang sama menyatakan film dokumenter memiliki kesulitan tersendiri. Menurut Kemala, Dokumenter tidak hanya sebuah dokumentasi, tapi terdapat sebuah visi di dalam film tersebut.

"Dokumentasi yang dibumbui narasi dan teknik pengambilan gambar khusus, itu namanya dokumenter," ucap Kemala.

Sementara itu, Kepala Yayasan Eagle Institute Indonesia Kioen Moe menyatakan Eagle Awards pada tahun ini akan bertujuan untuk mengajak anak muda untuk lebih mengingat identitas mereka. Oleh karena itu, kelima finalis saat ini diharapkan dapat memberikan dampak dan perubahan perspektif bagi para penonton.

"Yang jelas kami terus berusaha agar mereka bisa mengupas Indonesia dari sisi yang berbeda," terang Kioen.

Menurut rencana, kelima film dokumenter tersebut, Suara Tembok Kota (Disutradarai Alexander Averil dan Ernest Meikel), Tinta Prajurit Bangsa (Visian Pramudika dan Diana Noviana), Sekolah Tapal Batas (Debi Ahyard Rinaldi dan Runnyati Tahir), Pejuang Dari Gua Purbakala ((Nurtaqdir Anugrah dan Muhammad Fahmi Iskandar), Memetik Sasandu di Nusa Lontar (Wisnu Dwi Prasetyo dan Ryan Rinaldy) akan ditayangkan di Metro TV pada 30 Oktober hingga 3 November mendatang. Dan voting kepada kelima finalis tersebut dapat dilakukan di dalam laman eagleaward.doc.com/vote. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya