Kaum Disabilitas Korban Kecelakaan Diberdayakan

Cornelius Eko
12/10/2015 00:00
Kaum Disabilitas Korban Kecelakaan Diberdayakan
(Ilustrasi/Antara)
PT Jasa Raharja (Persero) memberikan program pelatihan dan pendidikan bagi 100 orang penyandang disabilitas. Program ini merupakan bagian dari program kemitraan bina lingkungan dari perseroan.

''Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka bisa mengembangkan potensi mereka dan dapat hidup mandiri,'' sebut Dirut Jasa Raharja (JR) Budi Setyarso, di Jakarta, Senin (12/10).

Ia menambahkan peserta yang mendapatkan pelatihan diprioritaskan pada penyandang disabilitas yang merupakan korban kecelakaan lalulintas (laka lantas).

Adapun pelatihan yang diberikan adalah, kursus service hape, pelatihan sablon digital, kursus tata boga, kursus menjahit, kursus pembuatan alat bantu (tangan/kaki palsu), dan pelatihan manajemen usaha.

Selain diberikan pelatihan intensif selama tiga minggu, peserta juga mendapatkan satu set peralatan service hape, mesin jahit, peralatan sablon digital, alat masak dan kaki palsu pada 5 orang peserta.

Sedangkan 35 peserta mendapatkan alat bantu seperti kursi roda, kruk/tongkat, tangan palsu, kaki palsu, dan lain-lain.
Pada kesempatan serupa, Direktur Keuangan Jasa Raharja Zayad Ghani menyatakan, untuk kegiatan ini, perseroan menyediakan dana hingga Rp560 juta.

Alokasi dana tersebut berasal dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Jasaraharja pada 2015. Pada tahun ini total dana PKBL milik perseroan ini adalah Rp57 miliar. Zayad mengatakan, ke depan, kegiatan pelatihan ini akan terus dilakukan secara bergilir di sejumlah kota.

Tidak hanya itu, peserta yang merminat, akan dijadikan sebagai warga binaan. Artinya mereka bakal mendapatkan modal dan pelatihan untuk memulai usaha.

Pada kesempatan itu Ketua Forum Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Mahmud Fasa menyatakan menyambut baik kegiatan ini.

''Kegiatan ini seperti memberikan kail bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian mereka bisa hidup mandiri," ujar dia.
Mahmud berharap, ke depan akan lebih banyak lagi BUMN yang peduli pada program pemberdayaan kaum disabilitas. Pasalnya, saat ini lebih dari separuh penyandang disabilitas hidup di bawah garis kemiskinan. (H-2)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya