Philip Kotler Jadi Ambassador Wonderful Indonesia

Eko Rahmawanto
09/10/2015 00:00
Philip Kotler Jadi Ambassador Wonderful Indonesia
(MI/ROMMY PUJIANTO)
Lagi-lagi Kemenpar memiliki mesin generator baru untuk mendongkrak brand Wonderful Indonesia di pentas global. Kali ini Menpar Arief Yahya menempatkan  Philip Kotler, dedengkot marketing dari Kellogg School of Management, Northwestern University, Amerika Serikat sebagai brand ambassador. Pembabtisan duta pariwisata pada pengarang 55 buku marketing dan bisnis itu dilakukan di Ballroom The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, dalam acara The First ASEAN Marketing Summit, Jumat, 9 Oktober 2015.

Nama Kotler di jagat marketing sudah tidak perlu diragukan lagi. Dua tahun silam, Kotler juga meng-endorse buku "Paradox Marketing: Unusual Way to Win"-nya Arief Yahya. Kala itu Manpar ke-14 itu masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia. Kotler juga pernah aktif mendorong Pulau Komodo, Labuan Bajo, NTT di Chicago, sebagai destinasi berkelas internasional, dan masuk dalam tujuh keajaiban dunia.

Teori "paradoksal" yang disusun Arief Yahya dengan kata pengantar Philip Kotler dan Hermawan Kertajaya itu sudah menjadi teori modern yang original. Belum pernah ada ekonom, ahli marketing dan manajemen yang pernah menuliskan teori itu. Hermawan menyebut konsep itu sebagai terobosan yang mengkombinasikan secara harmonis dua kekuatan yang kontradiktif. "Saat ini makin banyak fakta-fakta yang bisa dijelaskan dengan teori paradox marketing ini," ungkap Arief Yahya.

Sebagai orang yang karyanya pernah di-endorser oleh Kotler, Arief Yahya pun menyampaikan beberapa fakta yang masuk akal dan menguatkan teorinya. Konsep Paradoks Marketing itu semakin relevan untuk menjelaskan beberapa strategi yang dilakukan banyak perusahaan, dan termasuk Kemenpar. Telkomsel misalnya, membuat kebijakan dengan menurunkan harga kartu perdana yang sempat Rp 100 ribu ke Rp 5000. "Bahkan dalam beberapa hal, malah digratiskan. Apakah itu merugikan? Paradox Marketing menjelaskan: Tidak! Justru menguntungkan," jelasnya.

Telkomsel tidak mengambil benefit di awal bisnis, tetapi mendapatkan keuntungan dari penggunaan pulsa bulanannya. Mirip dengan cerita soal Bebas Visa Kunjungan (VBK), yang sedang getol-getolnya dipromosikan Kemenpar ke seluruh penjuru dunia. Memang harus membebaskan biaya Visa USD 35 per orang. Tetapi mereka membelanjakan dollarnya lebih banyak, spanding of money-nya rata-rata USD 1.200. Tinggal dikalikan dengan masa tinggal atau length of stay-nya saja. Berapa pajak, hotel, transportasi, souvenir, produk agriculture dari petani yang mensuplay makanan dan minuman, serta masih banyak ekonomi kreatif lain yang ikut terdongkrak.

Arief juga memaparkan penggunaan media online lebih banyak porsinya daripada media offline. Tiongkok sendiri, 67% orang menggunakan digital, termasuk dalam memutuskan untuk berwisata. Ke depan, digital media dan sosial media akan semakin efektif untuk mempromosikan pariwisata. "Semakain digital, semakin personal!" ungkap Arief Yahya.

Umumnya, semakin digital, semakin canggih menggunakan tekologi komunikasi, akan semakin mass dampaknya, karena menjangkau lebih banyak orang. Tetapi teori paradoksal membuktikan beda, semakin digital, pesan itu justru lebih kuat dampak personalnya. "Saya menggunakan lebih banyak media online daripada offline, untuk menyampaikan pesan. Saya makin intensif dengan pola M2M (mechine) to (mechine), atau antar smartphone, antar macbook, untuk menyambung koneksi H2H (human to human)," jelas dia.

Secara khusus, Arief Yahya menitipkan brand Wonderful Indonesia kepada Profesor Kotler yang lahir di Chicago Illionis, 27 Mei 1931 itu untuk dipromosikan di berbagai belahan dunia. "Terima kasih telah menginisiasi Museum of Marketing 3.0 di Ubud Bali dengan sahabat saya, Hermawan Kertajaya, dan disupport penuh oleh The Royal Family of Ubud oleh keluarga Cokorda Sukawati. Salam Wonderful Indonesia," kata Arief Yahya.

Ada magic world yang acap di sampaikan Arief Yahya di banyak kesempatan. "Hasil yang luar biasa caranya pasti tidak biasa. Hasil yang luar biasa hanya bisa didapatkan dengan cara yang tidak biasa! Menggunakan endorser yang luar biasa, saya yakiini akan mendapatkan hasil yang luar biasa juga," tutur dia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya