Untar Raih Rekor Muri untuk Wisuda dengan Tema Budaya Nusantara
Syarief Oebaidillah
07/10/2015 00:00
(www.untar.ac.id)
Sebagai negara yang terdiri atas bermacam-macam suku bangsa, Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, akar budaya menjadi sebuah identitas yang kaya makna.
Berbagai cara dilakukan berbagai pihak untuk melestarikan budaya nusantara. Universitas Tarumanagara (Untar) melakukannya dengan menjadikan budaya nusantara sebagai tema setiap prosesi wisuda. Hal itu dilakukan sejak tahun 2008 hingga saat ini.
Dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Rabu (7/10), disebutkan dalam setahun, Untar menyelenggarakan dua kali wisuda, sehingga pada 6 Oktober 2015 Untar telah menyelenggarakan wisuda dengan tema budaya sebanyak 16 kali atau selama 7 tahun berturut-turut.
Sepanjang 7 tahun itu, dalam setiap wisuda, Untar mengangkat budaya nusantara secara bergiliran. Pada wisuda kali ini, budaya Nusa Tengara Timur (NTT) yang dijadikan tema.
Atas penyelenggaraan wisuda yang selalu bertema budaya nusantara ini, pendiri dan Ketua Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana menganugerahkan Rekor Muri Wisuda dengan Tema Budaya Nusantara secara Berkelanjutan Terlama kepada Untar pada Selasa (6/10) di Jakarta Convencion Centre, Jakarta.
Dalam kesempata itu, Muri memberikan piagam rekor itu kepada Rektor Untar Roesdiman Soegiarso sebagai penyelenggara wisuda dengan tema budaya dan kepada penggagas wisuda dengan tema budaya, yakniMonty P Satiadarma,.
Dalam kesempatan itu, Jaya Suprana mengatakan bahwa rekor yang diraih Untar kali ini bukanlah rekor nasional, tetapi rekor dunia.
“Di jagat ini hanya Untar yang telah menyelenggarakan wisuda dengan tema budaya secara terus-menerus sepanjang tahun,“ katanya.
Sementara itu, Rektor Untar mengatakan bahwa pengangkatan budaya nusantara dalam prosesi wisuda merupakan upaya mengingatkan makna dan nilai budaya kepada para alumni Untar.
“Meski kini arus globalisasi mengalami lompatan besar, tapi upaya mengingatkan makna budaya pada generasi muda merupakan sebuah keharusan,†kata Roesdiman.
Maka dari itu, sambunganya, mengakrabkan alumni Untar pada budaya merupakan salahsatu cara membuat hidupnya lebih bermakna. “Bagaimana pun juga budaya dapat menjadi pendukung lulusan Untar dalam berkarya di dunia kerja,†imbuh rektor.(Q-1)