Untuk pertama kalinya di Indonesia dilakukan wisuda terhadap mahasiswa yang berkuliah menggunakan sistem online. Sistem belajar tanpa tatap muka secara langsung antara mahasiswa dengan dosen tersebut menjad solusi terhambatnya waktu dan kebutuhan untuk menuntut ilmu. Wisuda dilakukan terhadap 8 mahasiswa pasca sarjana sistem kuliah online di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, kemarin.
Perkuliahan secara online pertama kali dikenalkan oleh UT pada tahun 2000. Saat itu, sebagian perkuliahan mahasiswa sudah dilakukan dengan tatap muka dan online secara bergantian. Sistem fully online atau online secara penuh mulai dijalankan sejak tahun 2013.
"Di Indonesia baru ini ada fully online. Kami memfasilitasi masyarakat yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan namun terkendala waktu," ujar Rektor Universitas Terbuka Tian Belawati.
Tian mengatakan, program kuliah memiliki kualitas dan kompetensi yang tidak berbeda dengan perkuliahan normal. Materi dan desain pembelajaran yang diberikan sama halnya dengan kuliah bertatap muka.
"Metodenya saja yang sama. Ini sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu menciptakan kompetensi pendidikan sesuai bidangnya," tambah Tian.
Salah satu wisudawan program kuliah online UT, Suharta, mengatakan, program kuliah online sangat membantu dan menyenangkan. Program tersebut menjadi jawaban dan terobosan bagi banyak masyarakat dengan masalah yang sama, yakni keterbatasan waktu dan jarak.
"Saya belajar seperti kuliah pada umumnya, hampir setiap hari. Saya menyelesaikan magister selama 4 semester. Setiap minggu selalu ada tugas layaknya kuliah tatap muka," ujar Suharta yang berprofesi sebagai guru Sekolah Menengah Kejuruan di Cirebon tersebut.
Di acara wisuda yang diikuti sebanyak 760 mahasiswa dari berbagai daerah tersebut, Suharna adalah wisudawan pertama yang meraih gelar master dengan sistem fully online learning. Sementara 7 siswa lain mengikuti program blended, atau masih melakukan tatap muka sebanyak 4 kali dalam satu semester dengan pengajar.
Dalam wisuda tersebut, juga turut diwisuda Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung dan Wakil Walikota Subulusalam, Aceh Salmaza. Keduanya melakukan wisuda program pascasarjana dengan sistem pembelajaran online secara blended. (Q-1)