Pariwisata saat ini menjadi salah satu sektor unggulan di Indonesia, karenanya, pada 2020 nanti, target devisa dari sektor pariwisata paling tinggi diantara sektor lain.
Hal itu diungkapkan, Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka Seminar Pariwisata bertema 'Memajukan Industri Pariwisata di Timur Indonesia untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi', di Makassar, Selasa (29/9).
Menurutnya, itu bisa saja terjadi dengan merubah regulasi yang ada. "Seperti tentang visa masuk Indonesia yang sedang berjalan sekarang. Regulasi harus bagus, karena itu imbasnya besar," jelas Arief Yahya.
Di Indonesia sendiri, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, rata-rata kenaikan jumlah kunjungan wisatawan manca negara sebesar 8,6 persen. Angka tersebut di atas pertumbuhan dunia, yang jika dirata-ratakan hanya 5,15 persen.
"Target perjalanan wisata ke Indonesia, pada 2015 sebesar 255 juta. Sejak Januari hingga Juli sudah ada sekitar 129 juta perjalanan. Itu setara dengan 50,8 persen dari target," terang Arief.
Hanya saja jelas Arief Yahya, Indonesia masih kalah dari megara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Terlihat dari perbandingan devisa pariwisata Asia, Indonesia berada diurutan ke-9, hanya berada di atas Vietnam. Sementara paling atas adalah Tiongkok.
Dari kualitas SDM pariwisata, di Indonesia berada diurutan ke-5 di ASEAN, di bawah Singapura, Thailand, Malaysia dan Filiphina. (Q-1)