MENTERI Pariwisata Arief Yahya tidak menyia-nyiakan kesempatan emas bertemu dengan sekitar 700 buyers dan sellers yang tergabung dalam PATA (Pacific Asia Tour and Travel) Mart 2015 di Bangelore, India. Dia mengendorse Presiden AS Barack Obama untuk meyakinkan Wonderful Indonesia di pasar India dan Asia Pasifik.
Atmosfer di Ballroom Vivanta Hotel Bangelore, India, 8 September 2015 malam itu mirip dengan suasana yang tercipta saat Barack Obama berpidato di hadapan civitas akademika Universitas Indonesia, 28 Oktober 2011 lalu.
“Bang sateee.. Bakso.. Enak!†pidato Obama saat berkunjung ke Indonesia lalu. Cuplikan rekaman audio visual presiden dari Partai Demokrat AS itu menjadi daya pikat yang dahsyat pada sekitar 700 buyers dan sellers yang mengikuti PATA Mart 2015 di India itu.
Obama betul-betul lancar mendeskripsikan rasa kuliner khas Indonesia, terutama sate dan bakso, lalu menceritakan Menteng Dalam, Hotel Indonesia, dan Sarinah yang tak pernah dia lupa sampai menjadi presiden negara adi daya sekarang. Obama betul-betul jadi endorser, atau bintang iklan mempromosikan Wonderful Indonesia dengan pidatonya yang sangat impresif. Gerak mimik Obama yang friendly dan sangat “paham Indonesia†itu seolah menghipnotis pelaku bisnis pariwisata yang ikut dalam Dinner Recieption itu. Suara gemuruh tepuk tangan dan respons yang sangat “masuk di hati†betul-betul membuat merinding.
Seperti diketahui, tokoh dunia sekelas Barack Obama itu apapun tingkah laku dan statementnya selalu menjadi bahan perbincangan di seluruh dunia. Gesture wajah, intonasi suara, dan gerak-geriknya saja “dibaca†publik internasional. Apalagi isinya yang tanpa basa basi. Itu pula yang di-remind dan di-amplifying untuk menunjukkan kelas Indonesia di mata dunia.
Obama berhasil mendongkrak popularitas “Wonderful Indonesiaâ€, sejajar atau bahkan lebih nendang dari Malaysia Trully Asia, Amazing Thailand, Your Singapore, termasuk Incredible India! Ujung presentasi Menpar juga mengokohkan branding Wonderful Indonesia di Asia Pacifik, termasuk tuan rumah India.
Bahwa Indonesia bukan hanya cantik dalam sumber daya alam, indah dipandang, budaya welcome, tetapi juga kekayaan kuliner yang tiada tara. “Presiden Obama sendiri sudah mengakui soal nasi goreng, bakso dan sate,†papar Arief Yahya.
Tak ada yang membantah, dan memang tak ada yang bisa dibantah. Pidato Obama di mimbar dengan dua bendera, yakni Merah Putih dan Bendera Amerika itu sangat jelas, tegas dan asli.
Poin lain dari ucapkan Arief Yahya adalah soal Visa Bebas Kunjungan. Dari semula 15 negara tetangga, lalu tahun ini bertambah 30 negara, melalui Perpres No 69 tahun 2015.
Akhir tahun 2015 atau paling lambat awal tahun 2016, akan ditambah dengan 48 negara bebas Visa lagi. Audience yang hampir semua pemain tour and travel itu tanpa dikomando langsung memberi applous panjang. “India termasuk satu negara yang akan dibebaskan visanya,†kata Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.
Jamuan makan malam itu pun menjadi sangat cair dan mengena. Sri Siddaramaiah, Chief Minister, Government of Karnataka, Sri R.V. Deshpande, Minister for Industries (L&M), Government of Karnataka, Smt Umashree, Minister for Kannada & Culture, Government of Karnataka dan Konsul Jenderal Indonesia di Mumbai Saut Siringoringo ikut terkesima dengan berbagai statemen Menpar Arief. Begitu pun Kevin Murphy, PATA Chairman Andrew Jones, PATA Vice Chairman, Mario Hardy, PATA CEO, dan Rouma Bhautoo, Wallace Wong, PATA Regional Director Asia dan juga Purnomo, CEO Indonesia PATA Chapter.
Mereka terkesan dengan pujian Arief Yahya akan sukses acara PATA di Bangelore Convention Center itu. “Kami mengundang semua yang hadir di sini, untuk mengikuti PATA Maret 2016 di Jakarta,†kata Menpar.
Kevin Murphy saat memberikan sambutan juga menyampaikan optimismenya, PATA Mart 2016 yang akan digulirkan di Jakarta bakal berlangsung meriah. Sebagai salah satu destinasi utama, Indonesia memiliki segalanya. Keindahan alam, dari bawah laut, pantai, hutan topik, sampai gunung, lengkap dengan sejarah dan keunikannya. Juga balutan kekayaan budaya yang beragam rupa dari ujung Sabang sampai Merauke. Hal serupa juga disampaikan PATA Chairman itu saat memberikan press briefing di arena Bangelore Convention Center, siangnya.
Dinner Reception yang diinisiasi Kementerian Pariwisata itu memang 100 persen promosi Indonesia dengan seluruh audience sellers dan buyers di PATA Mart 2015. Pelaku-pelaku bisnis tour and travel India juga kumpul di sana. “Pasar India sendiri sangat potensial. Ada 360 juta orang dengan kelas ekonomi middle up. Outbond turis dari India rata-rata 17 juta per tahun, dan hanya 240 ribu yang mampir ke Indonesia. Kurang dari 1,5%. Solusinya, harus ada direct flight yang langsung dari beberapa kota di India ke Indonesia! Connectivity nya harus dibuka,†jelas Menpar.
Kota mana saja? “Jalur Mumbai-Denpasar untuk pasar leisure atau pariwisata, rute Chennai-Kuala Namu Medan untuk family, karena banyak kaluarga Medan yang masih punya nenek moyang di Chennai. Lalu New Delhi-Jakarta untuk pasar bisnis, diplomatik, dan lainnya,†jelas Menpar. Ketika ada penerbangan yang “berani†membuka rute-rute itu, Kemenpar pun berkomitmen untuk mensupport promosi Wonderful Indonesia di kota-kota originasi di India itu, seperti New Delhi, Mumbai dan Chennai. Keyakinan itu bukan tanpa beralasan, selain data-data potensi ekonominya, turis asal India yang ke Indonesia selama ini terus meningkat dan salah satu yang paling pesat setelah China, lebih dari 16 persen.
High light Arief Yahya yang dipresentasikan dengan dukungan ilustrasi data, foto dan infografis di layar lebar LED multimedia 4x12 meter di belakangnya memang sangat memukau audience.
Mereka terhenyak ketika Menteri Pariwisata RI itu menyebut target kunjungan wisman dengan istilah double. Bertumbuh ganda! Jika 2014 hanya 9,4 juta, maka 2019 menjadi 20 juta wisman. Mereka seperti kaget bercampur optimistis, mereka seolah heran tapi masuk di nalar, setelah dijelaskan strategi promosi dan pendekatan menggarap pasar-pasar potensial.
Keraguan mereka nyaris hilang, begitu performance penari-penari Indonesia di stage itu memang atraktif. Konstum karnaval seperti yang dikenakan di Jember Carnival, tinggi besar, lebar dan warna-warni indah membuat audience terkesima. Gerakan lincah yang memadukan music tradisional dan modern itu betul-betul fantastic. Hampir semua orang mengeluarkan smart phone nya, mengabadikan moment istimewa itu, merekam video, memotret dan hingga 20 menit dinner reception itu selesaipun mereka masih tidak mau beranjak dari arena. Selfi dan upload di medsos! Wonderful Indonesia. (R-1)