Pemberdayaan Masyarakat Bisa Perbaiki Mutu Tayangan
Putri Rosmalia
03/9/2015 00:00
( ANTARA FOTO/ho/Aan//ed/ama)
MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, bukan pekerjaan mudah untuk bisa mengubah mayoritas lembaga penyiaran di Indonesia yang lebih memerhatikan rating daripada kualitas. Bentrok antara konten edukatif serta berkualitas dan alasan keuntungan ekonomi yang diperoleh, masih sering terjadi antara banyak stakeholder lembaga penyiaran denga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). ''Memang sulit, karena ini harus mengubah dari dasarnya dulu. Mengubah kultur masyarakat sehinggalebih kritis memilih tayangan yang ditonton. Industri pasti berdalih rating tinggi lantaran banyak jumlah penonton, hal itu memengaruhi banyak hal, terutama pendapatan,'' ujarnya di sela-sela rapat pimpinan KPI, dengan Kemenkominfo, serta DPR, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (3/9). Rudiantara menyampaikan sosialisasi harus dilakukan secara menyeluruh di semua lapisan. Selain itu, harus dilakukan secara berkesinambungan terkait koordinasi antara KPI, Kemenkominfo, dan stakeholder industri penyiaran. ''Hal ini telah dilakukan, tapi seperti yang saya katakan tadi, memang butuh waktu, saya rasa tahunan untuk bisa sepenuhnya berubah seperti yang kita harapkan,'' ujarnya. Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Sidik mengungkapkan minimnya pengetahuan, wawasan dan kepedulian sebagian besar masyarakat terhadap tayangan televisi atau radio, jadi salah satu penyebab rendahnya mutu konten yang dihadirkan oleh industri penyiaran. Pemberdayaan masyarakat dengan literasi media serta berbagai kegiatan pendampingan dan sosialisasi menjadi salah satu hal utama yang harus dilakukan untuk memperbaiki kualitas tayangan yang kerap dianggap non edukatif. ''Dalam hal ini, KPI harus jadi aktor utama yang membentuk masyarakat dengan pola pikir dan tingkat kecerdasan tinggi hingga dapat menilai tayangan yang berkualitas,'' tutup Mahfudz. (H-2)