KEMAMPUAN membangun jaringan menjadi salah satu modal bagi para alumni perguruan tinggi dalam menghadapi era persaingan bebas seiring dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada awal 2016. ''Tanpa kemampuan membangun jaringan sulit bagi mereka saat menghadapi globalisasi, karena memang ada perubahan sistem kerja dari sistem yang sifatnya hierarki kini berubah menjadi jaringan kerja,'' ungkap Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Djaali di hadapan para wisudawan diploma, sarjana, dan pascasarjana UNJ di JI EXpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/9). Dia menerangkan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan membangun kemampuan diri serta melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif juga diperlukan dalam menghadapi persaingan globalisasi. Dengan modal tersebut, dia yakin, generasi muda terutama, para alumni perguruan tinggi tak bergantung terhadap lapangan kerja formal. Mereka bisa menciptakan pekerjaan bagi orang lain. ''Saatnya generasi muda bangsa Indonesia menciptakan pekerjaan, bukan lagi mencari pekerjaan. Sehingga, cara ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,'' kata dia. Dalam wisuda kali ini, ada 3.434 orang diwisuda. Mereka masing-masing terdiri dari 2.820 wisudawan jenjang diploma dan sarjana, 460 jenjang pascasarjana S-2, dan 154 jenjang pascasarjana S-3. Jumlah alumni UNJ kini mencapai 98.947 orang. Pada kesempatan itu, Djaali pun menyampaikan saat ini UNJ telah meraih akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) A. Dengan demikian, sudah ada 22 perguruan tinggi se-Indonesia yang berakreditasi A. ''Implikasi akreditasi A ialah lulusan UNJ mudah diterima di pasar kerja,'' ungkap dia. Ia pun berharap dengan akreditasi itu, mutu UNJ terus meningkat yakni dari sisi kemampuan dosen di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan perolehan kekayaan intelektual. ''Terkait dengan bidang penelitian, tim peneliti UNJ sedang menyiapkan model pendidikan untuk masyarakat maritim, ditinjau dari aspek sosial dan budaya, poltik, ekonomi, sains dan teknologi. Kami berharap hasil penelitian ini bisa memberikan kontribusi pada program pemerintah yang ingin membangun kemaritiman secara nasional,'' pungkas Djaali. (H-2)