Ribuan Mahasiswa Baru Dibekali Pendidikan Karakter
Sidik P
03/9/2015 00:00
(dok ubl)
SEBANYAK 2.269 mahasiswa baru Universitas Budi Luhur (UBL) dan Akademi Sekretari Budi Luhur mengikuti rangkaian penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016. Sebelum mereka memulai proses pembelajaran pada 7 September mendatang, mereka diberikan sejumlah pembekalan agar siap memasuki masa perkuliahan.
Melalui keterangan pers yang diterima Kamis (2/9), selama masa orientasi pendidikan (Ordik) 2015 yakni dari 31 Agustus hingga 3 September, ribuan mahasiswa itu mendapat materi Hidup Sehat Tanpa Narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) oleh Dr Sulistiana, dan Materi Wawasan Kebangsaan dari Lemhannas oleh Mayor Jenderal Edy Utomo.
Selanjutnya juga ada materi Wawasan Budi Luhur, materi administrasi akademik dan kegiatan kemahasiswaan, materi sistem informasi akademik, pengenalan lingkungan kampus, dan materi dari pakar bidang ilmu dari masing masing fakultas serta program studi.
''Yang juga penting ada sharing alumni program studi, bakti sosial, serta perkenalan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM). Terakhir ada upacara penutupan Ordik 2015,'' kata Direktur Kemahasiswaan UBL Deni Mahdiana, MM,MKom selaku Ketua PanitiaOrdik 2015 di Jakarta, Rabu (2/9).
Ia menerangkan orientasi pendidikan itu sebagai sarana membentuk landasan awal pendidikan karakter generasi cerdas berbudi luhur.
''Ini juga sarana memberikan informasi kepada mahasiswa baru mengenai kiat sukses belajar di perguruan tinggi, sarana mengenal kampus dan wahana memperat tali persaudaraan keluarga besar civitas akademika,'' kata Deni.
Dalam kegiatan yang ditutup dengan inaugurasi pada Kamis (3/9) di Dunia Fantasi Ancol itu, Rektor UBL Prof Ir Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D berharap rangkaian proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 dan Ordik 2015, sebagai bekal menjadi manusia cerdas berbudi luhur.
''Cerdas berbudi luhur adalah dua hal yang tidak terpisahkan, kecerdasan tanpa dilandasi budi luhur akan cenderung digunakan untuk membodohi dan mencelakakan orang lain, sebaliknya budi luhur tanpa diimbangi dengan kecerdasan akan jadi sasaran kejahatan dan penindasan orang lain,'' ujar Suryo. (RO/H-2)