Beginilah cara seorang CEO jika memimpin kementerian. Dipelototi detail, dipaksa lari cepat, dipantau sampai ke ujung realisasi konkret. Itulah yang sedang dijalani Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam mengawal kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) 30 negara baru yang sudah ditekan Presiden Joko Widodo, melalui Perpres No 69/2015.
"Pada 9 Juni 2015 Perpres turun, 12 Juni disosialisasikan, dan kami promosikan. Sampai Juni 2015, dalam durasi 1 bulan, realisasi wisman yang masuk ke Indonesia naik 15%," sebut Menpar.
"Proyeksi pertumbuhan wisman kami 20% dari 4 juta orang, yakni 800 ribu yang masuk. Dengan indeks spenditure per satu turis equivalen dengan US$ 1.000, maka aka nada US$ 800 juta yang dibelanjakan. Realisasi BVK-30 negara ini meleset, hanya tercapai 15% saja. Tetapi jika dibandingkan dengan negara Singapura, Thailand, Malaysia yang turun dan tertekan, posisi kita jauh lebih baik," jelas Arief.
Menurut Arief, proyeksi BVK tahap kedua adalah naik 20% dari 2 juta pengunjung, yakni 400 ribu wisman inbound. Proyeksi total BVK Tahap I dan II adalah 20% dari 6 juta, sekitar 1,2 juta wisman atau US$ 1,2 miliar per hari kunjungan.
"Karena itu kami sudah mendapat sinyal dari Presiden, BVK Tahap II akan diteken Januari 2016. Karena itu, Tahap I ini harus segera dikebut, disempurnakan, dipermudah, dibuka pintu yang seluas-luasnya buat pariwisata," kata mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini.
Seperti diketahui Perpres No 69 Tahun 2015 itu diberikan kepada orang asing dari negara tertentu dan pemerintah wilayah administratif khusus dari negara tertentu dengan memperhatikan asas timbal balik dan asas manfaat. Republik Rakyat Tiongkok, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksko, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.
Pertanyaannya apa saja yang membuat BVK Tahap I itu hanya mendongkrak 15% dari target market? Deviasi negative-nya 5% dari proyeksi? Market Singapurae sudah disentuh dengan program Table Top (28 Juli), NATAS – National Association of Travel Agents Singapura (31 Juli-2 Agustus), Famtrip atau wisata keluarga bekerja sama dengan Silk Air, iklan di beberapa media di Singapora, dan promosi even Ironman di Bintan.
Menpar Arief Yahya juga sudah bertemu dengan Menteri Pariwisata Singapura S Iswaran dan sudah menemukan beberapa mata kegiatan pemasaran bersama-sama, dengan konsep joint promotion, single destination.
Implementasi kerja sama Singapura-Indonesia itu akan diuji coba selama September dan Oktober 2015 ini. Seperti dalam ITB Asia pada 23-24 September 2015, Pameran di Changi International Airport 1 Oktober, Festival Kuliner bersama Accor Group, wrapping bus wisata dan branding ferry Majestic jalur Singapura-Sekupang, promosi Idul Adha kerja sama dengan Turi Beach Resort, golf Wonderful Indonesia di Batam dan Bintan, Costumar Fair di mall west land dan east land, insentif paket konsorsium ke Batam kerja sama dengan ferry Majestik, supporting golf di Nongsa.
"Tugas kami adalah memberi atmosfer dan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya industri pariwisata yang berdampak signifikan kepada masyarakat. Karena itu mempromosikan objek wisata itu, langsung ditangkap sebagai inisiasi positif buat dunia usaha yang bergerak dengan lokomotif pariwisata. Karena itu, semua kebijakan dari yang kecil, sedang, maupun besar, harus dipastikan di lapangan bisa terimplementasi dengan baik," ungkap pengarang buku best seller "Paradox Marketing" dan "Great Spirit Grand Strategy" itu.
Harus diakui, pelambatan ekonomi global berdampak di banyak negara, termasuk di kawasan ASEAN, Singapore, Indonesia, Malaysia, Thailand. Bebas visa di Thailand 56 negara dengan capaian 24,8 juta turis di tahun 2014. Malaysia 164 negara bebas masuk tanpa visa, dan wismannya menembus 27,4 juta. Indonesia dengan 15 negara bebas visa, hanya 9 juta saja. "Karena itu BVK itu cepat atau lambat akan menjadi booster bagi percepatan jumlah Wisman ke tanah air," jelas Arief yang lahir di Banyuwangi, 2 April 1961 itu.
Promo gencar "Wonderful Indonesia" juga terus dikebut. Baik dalam bentuk TVC, media online, media ruang, media luar ruangan, cetakan, videotron yang menempel di building, sampai sticker yang membungkus badan bus kota, kereta, taxi dan berbagai fasilitas publik lain yang mudah ditangkap indra penglihatan, gampang diakses, cepat terbaca.
Beberapa media yang dipakai untuk menggoyang persepsi public tentang Wonderful Indonesia antara lain: Astro TV, National Geographic Australia, FX-Australia, Channel News Asia, FOX Channels, CCTV China, CNBC International, Channel 5 Channel 8 Channel U Singapore, MBN, MBC, TV3, TBS, TV Asahi Ch. 1, Channel 7, Channel 9, Aljazeera, DIVA (Asia TV Channel), Discovery Channel, Travel Living Channel/AFC, CNN International, BBC World, Sport Channels, dan Publikasi Branding.(R-1)