Demi mewujdukan program Green Kampus, Institut Pertanian Bogor(IPB) akan memberlakukan kebijakan baru, pelarangan penggunaan semua kendaraan ber-bahan bakar minyak (BBM) di lingkup atau area Kampus IPB, Dramaga.
Kebijakan ini nantinya berlaku untuk seluruh civitas kampus(pegawai maupun mahasiswa) dan juga para tamu IPB yang berkunjung.
Nantinya atau sebagai pengganti, pihak IPB menyediakan sepeda, mobil listrik dan bus berbahan bakar gas untuk transportasi di sekitar IPB.
Secara resmi, kebijakan ini baru akan diberlakukan pada Bulan Oktober mendatang. Namun seperti yang diungkapkan Direktur Bisnis dan Kemitraan IPB, sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis IPB ke -52, Meika Syahbana Rusly, uji coba akan dilakukan selama satu bulan, skaligus sebagai upaya sosialisasi.
"Besok berbarengan dengan pembukaan Dies Natalis IPB ke- 52, akan dilakukan peluncuran Green Kampus, yang di dalamnya pelarangan penggunaan kendaraan ber-BBM di Kampus IPB," katanya, hari ini.
Meika menjelaskan, Green Kampus ini pertama adalah penggunaan transportasi ramah lingkungan atau pergerakan orang menggunakan atau memakai sepeda di kampus. Kedua, kendaraan berbahan bakar lingkungan, mobillistrik dan bus berbahan bajar gas.
"Akan ada larangan mobil ber-BBM, mulai dari hari ini uji cobanya akan dilakukan hingga September mendatang. Larangan itu secara resminya, baru akan diberlakukan pada Oktober mendatang,".
Sebagai penunjang/pendukung, IPB menyediakan 1.500 sepeda, mobil listrik ada 44 unit dan untuk bus disediakan 20 bus yang berbahan bakar gas.
" Sepeda akan dipakai point to point. Ada shalter dan parkir khusus. Parkir kita sediakan tiga lokasi. Satu kita sediakan di pintu masuk belakang dan dua dibpintu masuk depan,".
Meika menyebutkan, pada pelaksanaannya akan diberlakukan system cash last atau memakai kartu. "Tapcash. Kartu ini akan digunakan pegawai, mahasiswa. Juga untuk tamu-tamu yang datang ke IPB,"katanya.
Untuk program ini ternyata tidak geratis atau lebih tepatnya dikomersilkan. Setiap pemegang kartu harus membayar. "Pegawai tidak bayar karena dia melayani, sedangkan untuk mahasiswa karena dilayani jadi bayar. Untuk yang mampu bayar, hanya untuk mahasiswa kurang mampu tidak. Untuk besarannya sedang kita kaji. Untuk keseluruhan system disubsidi IPB,"jelasnya.
Dies Natalis
Sementara itu pembukaan Dies Natalis ke-52 akan digelar 1 September (esok) berbarengan penerimaan mahasiswa baru multisastra. Penerimaan mahasiswa baru angkatan 52 yang terdiri dari mahasiswa program diploma, mahasiswa program sarjana dan mahasiswa program pascasarjana.Acara akan dimulai pukul 07:00 WIB di Lapangan Gymnasium Kampus IPB Dramaga.
Kegiatan ini akan melibatkan sebanyak 4.000 mahasiswa S1, 2200 mahasiswa S0, dan 1750 mahasiswa pascasarjana.
Pada 2 September, agendanya sidang terbuka (orasi ilmiah). Pidato dan pemaparan materi akan disampaikan secara ilmiah oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Temanya "IPB untuk Kejayaan Maritim Indonesia, di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Kampus IPB, Dramaga.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis berlanjut. Pada 3 September-nya, akan digelar IPB Investment Summit. Acara ini merupakan ajang temu bisnis guna mempertemukan pebisnis potensial dengan IPB, berkaitan dengan hasil penelitian dan inovasi yang siap diaplikasikan/diadopsi secara komersial.
"IPB akan melakukan presentasi penawaran kepada investor. Untuk yang ini jemput bola. Di Hotel Sultan, Jakarta. Isunya ubah tantangan jadi peluang. Dari ekonomi lesu ke ekonomi berbasis inovasi. Acara ini akan dihadiri sekitar 300 orang,"ungkap Meika.
Agenda lain dari rangkaian Dies Natalis IPB ke-52 berlanjut pada tanggal 4 hingga 6 September. Pada tanggal 4 hingga 6, akan digelar Agri Symphony. Acara ini meliputu seminar PIMPI 2015, ISEE: Cultural Night, Festival Ayam Pelung Nasional 2015, Animal Day, Mechanical Biosystem Fair, Open House 52, Gema Perikanan Kelautan, IPB's Awarding Night, IPB Mengabdi, Gebyar Nusantara, Lomba Jingle Agri Syimphony, Lomba Karikatur dan Lomba Grafiffity. Acara ini difokuskan di Kampus IPB Dramaga.
Pada 5 September akan digelar acara malam penghargaan, apresiasi kepada sivitas IPB atas karya-karya inovasi yang dihasilan. Acara bertajuk Tribute to Innovator. Acara gala dinner dan konser yang akan menghadirkan penyanyi lawas Edit G Ade di IPB Intetnational Convention Center, Botani Square. "Ini lebih ke perenungan dan perjalanan IPB. Makanya kita beri tema "Perenungan, Perjalanan dan Cinta", Tujuh tahun IPB nomor satu penghasil banyak inovatif. Penghargaan dari HaKI, IPB yang paling paling banyak mengeluarkan hasil inovasi yang diaplikasikan. Dan IPB juga , kampus terbaik ke3, setelah ITB dan UGM,".
Kemudian pada 5-6 September juga akan digelar Pasar Rakyat Tani dan Jalan Pagi Sehat dan Festival Kampus.
Menurut Sabrina, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH)IPB, yang menjadi salah satu pantia penyelenggara, Pasar Tani rangkaian Dies Natalis IPB yang pesertanya melibatkan petani. Nantinya ada 60 petani yang akan menjual produknya. Acara ini akan digelar di halaman Kampus IPB Baranangsiang. (Q-1)