41 Juta Anak Indonesia tak Miliki Akta, Mensos Ingin Menkumham Mudahkan Permohonan Akta Kelahiran

Lukman Diah Sari
31/8/2015 00:00
 41 Juta Anak Indonesia tak Miliki Akta, Mensos Ingin Menkumham Mudahkan Permohonan Akta Kelahiran
( MI/Bagus Suryo)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut, sebanyak 41 juta anak Indonesia tak punya akta kelahiran. Dia mendorong Menkumhan, untuk mempermudah jutaan anak agar segera miliki akta. Pun meminta kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk menyisir daerahnya masing-masing.

"Ada 41 juta-an anak Indonesia yang tidak punya akta kelahiran," ujar Khofifah di Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (30/8).

Dia mengimbau kader PKK, untuk menyisir anak-anak yang belum memiliki akta sebagai program prioritas. Lantaran, dengan akta kelahiran merupakan pengantar masa depan anak-anak Indonesia.

Selain itu, dia pun telah meminta pada Kemenkumham untuk mempermudah permohonan akta kelahiran.

"Saya juga sudah meminta ke Kementrian Hukum dan HAM, agar mereka tidak perlu lagi ke pengadilan. Cukup notaris saja datang, berikan surat keterangan kemudian ke Dukcapil. Artinya ini menjadi otoritas Bupati," bebernya.

Tak hanya itu, dihadapan ibu PKK dari muslimat NU, Khofifah juga menyinggung permasalah sosial akibat kemiskinan. Yakni banyaknya perempuan di bawah umur, yang diperkosa bahkan hamil. Namun tidak diinginkan kehamilanya itu.

"Ini penyebabnya kemiskinan. Hidup dalam satu ruangan, hingga 7 orang. Saya tidak kebayang, kalau ada remaja perempuan itu gimana di sana. Ini sudah bruwet, ini sudah darurat pornografi. Kalau sudah begini, kemiskinan luar biasa implikasinya ke masyarakat sosial," bebernya.

Karena itu, dia berpesan, agar para ibu PKK khususnya muslimat NU untuk selalu 'berdakwah' ke keluarga yang memang belum mengerti penuh tentang aturan hukum dan agama.

"Para kiayi dan ibu nyai, sering kali yang kita garap (beri dakwah) adalah masyarakat yang sudah tertib sosial dan hukum. Di luar yang sudah tertib sosial dan hukum, masiih banyak yang belum kita sapa. Kita sering kali berdakwah terhadap yang relatif baik. Di luar itu belum," ulasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya