Mensos Imbau Pemda Bimbing dan Latih Anak Berkebutuhan Khusus
Lukman Diah Sari/Fetry Wuryasti
30/8/2015 00:00
()
Kunjungan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ke Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, guna memperingati Hari Anak Nasional mengingatkan para jajaran pemerintah provinsi Jawa Timur untuk menyiapkan para anak-anak berkebutuhan khusus yang berminat mengikuti Olympics World Winter Games 2017 di Austria.
"Saya minta Sekda untuk disiapkan. Persiapan ini makin kita lakukan dengan baik, Insya Allah menjadi baik. Mereka tetap harus dikawal dan dibimbing," jelas Khofifah di halaman Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (30/8).
Khofifah mengimbau agar para anak berkebutuhan khusus yang berminat mengikuti Olimpiade 2017 itu untuk segera dilatih dan dibimbing.
"Sekarang kita siapkan anak-anak kita, mereka mau renang, bola, voli, bulu tangkis dan seterusnya untuk disiapkan dan dilatih," ujarnya.
Dia menuturkan, pada 2 Agustus lalu ada olimpiade untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam perhelatan olaraga itu, anak-anak berkebutuhan khusus asal Indonesia berhasil menyabet 19 medali emas salah satunya dari sepak bola dan memecahkan rekor renang dunia.
"Yang di Los Angeles anak-anak istimewa dari cabang sepak bola, Indonesia berhasil mendapat medali emas. Anak-anak Indonesia ini, dengan anak istimewa dengan konfigurasi 6 anak istimewa dan 5 umum," bebernya.
Dalam kegiatan olaraga anak berkebutuhan khusus itu, Khofifah membeberkan, "Untuk renagn, anak-anak istimewa Indonesia bisa memecahkan rekor dunia. Kemarin total ada 19 emas, 12 perak, dan 5 perunggu."
Oleh karena itu, dia mengingatkan agar para anak-anak berkebutuhan khusus yang berminat mengikuti ajang olahraga untuk diberikan sarana juga dilatih dan dibimbing.
Dalam kunjungannya itu, yang juga dihadiri anak berkebutuhan khusus. Mensos pun sempat menanyakan mereka. "Ada yang berminat tidak?," tanya Mensos yang langsung disambut keriuhan anak-anak.
Bisa harumkan Indonesia
Sementara itu, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2015 akan dilaksanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Juga, digelar berbagai bakti sosial, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas.
“Setiap 20 Desember diperingati HKSN. Tahun ini, akan digelar di Kupang, NTT, juga digelar berbagai kegiatan bakti sosial, †ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Minggu (30/8).
Alat bantu bagi anak-anak penyandang disabilitas merupakan kebutuhan, seperti alat bantu dengar, kursi roda dan portisi (kaki dan tangan palsu). Sebelum digunakan, mesti dilakukan pengukuran dan pengaturan.
“Alat bantu dengar mesti diatur volume suara dari 1-10, kursi roda mesti diukur tinggi dan lebarnya, serta portisi untuk kaki dan tangan juga diukur agar pas, †tandasya.
Para orangtua dari anak penyandang disabilitas, tidak boleh merasa rendah diri. Sebab, mereka itu anak-anak spesial dan istimewa dengan segudang prestasi yang telah mengharumkan Indonesia. Salah satunya di ajang Special Olympics World Games (SWOG).
“Mereka itu anak-anak istimewa, terbukti mampu mengharumkan Indonesia pada SWOG 2015, dari 25 Juli - 2 Agustus di Los Angeles, Amerika Serikat, yang resmi Ibu Negara, Michelle Obama, †ucapnya.
Diikuti 177 negara, 7.000 atlet, 3.000 pelatih, 5.000 tamu kehormatan, 5.500 keluarga, 30.000 relawan, 500 ribu penonton, 2.000 perwakilan media, 25 cabor, 27 tempat pertandingan, serta 1 dunia inklusi.
“Mereka mempersembahkan 19 medali emas, 12 perak dan 5 perunggu dari berbagai cabang olahraga (cabor), seperti sepakbola, renang dan bocci, †ujarnya.
Kepada orangtua, guru dan kepala sekolah, berilah latihan sejak dini agar anak-anak dari NTT bisa mengikuti kejuaraan serupa dua tahun lagi di Wina, Austria, dan bisa pun bisa mengharumkan Indonesia.
“Dua tahun lagi ada kejuaraan serupa di Wina, Austria, agar anak-anak dilatih dari sekarang supaya bisa mewakili NTT dan mengharumkan Indonesia, †katanya. (Q-1)