MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) hadir di setiap kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia. Sebab, tugas dan fungsi mereka melekat saat terjadi bencana.
“Tagana hadir di setiap kabupaten/kota dan provinsi, karena tugas mereka melekat ketika terjadi bencana alam maupun sosial, †ujar Mensos melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Sabtu (22/8), saat kunjungannya ke Dapur Umum Lapangan (Dumlap) Tagana di Jayapura, Papua, Jumat (21/8).
Mensos melanjutkan, ada tim data Ante Mortem dan Disaster and Victim Identification (DVI) dan untuk kebutuhan dukungan logisitik terkait proses indentifikasi Trigana Air disediakan dari Dumlap Tagana. Operasional dari Dumlap Tagana dikomandani Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Papua.
Mensos mengaku, pertama kali mendapatkan kabar terjadi musibah Trigana Air yang didalamnya ada dua petugas PT Pos yang membawa dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Rp 6,5 miliar dari media sosial (medsos).
“Sebelum dari media online, saya mendapatkan informasi terkait musibah yang menimpa Trigana Air dari media sosial (medsos) pada 16 Agustus, †katanya.
Besoknya, 17 Agustus, usai upacara jajaran Kemensos langsung menggelar rapat singkat dan berkomunikasi dengan PT Pos terkait musibah pesawat Trigana Air yang membawa dana PSKS tersebut.
“Pihak PT Pos membenarkan hal itu. Sebelumnya, dana PSKS itu sudah diasuransikan dan bisa dicairkan dengan tidak menunggu klaim asuransi cair, †ucapnya.
Dalam rapat singkat itu, juga dicek data penerima dan dana PSKS untuk di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang belum dicairkan. Hasil pengecekan terdapat dana Rp 6,560 miliar.
Mensos meminta agar warga penerima di Kabupaten Pegunungan Bintang bersabar dan menunggu pencairan dana PSKS. "Sudah ada komunikasi antara PT Pos dan Pemda, tinggal tunggu jadwal agar bisa didistribusikan. Warga dimohon sabar dan menunggu dana PSKS karena dijamin tidak hilang,†terangnya. (Q-1)