Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengaku ada banyak peningkatan fasilitas yang bisa didapatkan jamaah calon haji saat menunaikan ibadah. Selain biaya haji yang menurun, fasilitas kemudahan juga bisa didapatkan para jamaah.
"Layanan, penerbangan kita seluruhnya di gelombang pertama langsung mendarat di Madinah, jadi enggak lewat Jeddah dulu. Hal ini jadi poin positif dan efisiensi untuk para jamaah," kata Lukman, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
Selain biaya murah dan penerbangan yang efisien, politikus PPP ini juga mengatakan kini jamaah calon haji akan diinapkan di hotel-hotel dan pemondokan yang tak akan jauh dari Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
"Paling jauh itu 4 kilometer dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi," kata Lukman.
Bagi jamaah haji yang tinggal sedikit lebih jauh dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pemerintah telah menyiapkan bus shalawat sebagai moda transportasi bagi jamaah. Menurutnya, akan lebih enak jika pemondokan jamaah sedikit lebih jauh dari dua lokasi itu. Karena operasional bus shalawat tak punya batas waktu. Mereka beroperasi selama 24 jam dalam sehari.
Pemerintah juga akan mengganti karpet-karpet yang telah usang di Arafah untuk memberikan kenyamanan para jamaah haji. Bahkan lanjut Lukman, pemerintah juga berupaya memberikan kenyamanan lain dengan memasang AC atau kipas anging dengan watercooler untuk memberikan kesegaran bagi jamaah.
Garuda angkut 210 kloter Sementara itu, maskapai Garuda Indonesia siap mengangkut 210 kloter jamaah haji yang tersebar di 9 embarkasi seluruh Indonesia dengan 11 unit pesawat.
Seluruh pesawat tersebut akan langsung didaratkan di bandara Kota Madinah, tak lagi melalui Jeddah yang berjarak cukup jauh dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
"Pengaturan mengikuti yang ditetapkan Kementerian Agama. Kita dapatkan 9 embarkasi, 210 kloter dengan menyiapkan 11 pesawat. Ini sudah sejak lama," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (21/8).
Arif mengatakan sudah melakukan pengecekan operasional bandara Kota Madinah untuk memastikan pesawat yang mengantar jamaah calon haji asal Indonesia bisa langsung mendarat di sana. Pengecekan bandara yang dimulai sejak 3 Agustus lalu hingga 3 september mendatang memastikan bandara kota Madinah dalam keadaan baik dan bisa digunakan.
Menteri Agama menambahkan jumlah angkutan Garuda Indonesia itu lebih besar dengan jumlah angkutan Saudi Arabia Airlines. Sekitar 371 kloter, Garuda memegang 210 kloter sementara sisa kloter lainnya akan diterbangkan oleh maskapai Saudi Arabia Airlines.
"Pembagian tahun ini total kloter ada 371 kloter seluruhnya. 210 kloter diangkut Garuda Indonesia sisanya oleh Saudi Arabia Airlines. (Q-1)