Kemendikbud: Ada Tantangan Berat di Dunia Pendidikan

Syarief Oebaidillah
20/8/2015 00:00
 Kemendikbud: Ada Tantangan Berat di Dunia Pendidikan
(MI/Atet Dwi Pramadia)
Dunia pendidikan menghadapi tantangan berat khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan ke depan.Sebab itu, partisipasi masyarakat menjadi penting dan strategis memajukan pendidikan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang ) Kemendikbud Totok Suprayitno mengemukakan saat ini terdapat sekitar 60 juta siswa di Indonesia dengan 340 ribu sekolah dan 3,9 juta guru.

"Bayangkan, bila hal ini diurus secara sentralistik oleh Kemendikbud sendirian. Sebab itu, mari kita berbagi peran bersama masyarakat bergerak menuntaskan masalah pendidikan kita," kata Totok Suprayitno pada acara seminar Asesmen Dalam Reformasi Evaluasi Pendidikan bersama Tanoto Foundation dan Universitas Widya Mandala Katolik Surabaya, di Kemendikbud Jakarta, Kamis (20/8).

Menurut Totok berbagai isu asesmen tentang pendidikan yang mencuat di publik dan media massa baik yang negatif atau positif merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.

"Isu pendidikan di media massa menunjukkan orang peduli pada pendidikan kami apresiasi dalam gerakan pendidikan kita. Maka keterlibatan private sektor mendukung pendidikan amat positif," cetusnya.

Totok mencontohkan isu pendidikan di media massa seperti Ujian Nasional (UN), Kurikulum 2013 dan Wajib Belajar 12 tahun konstruktif dalam memberikan masukan kepada pemerintah.

"Jadi kebijakan apa yang perlu kita perbaiki bersama. Guru-guru kita berharap asesmen untuk meningkatkan pembelajaran. Kawan-kawan di LSM pendidikan merupakan partner kami," ujarnya.

Sihol Aritonang mengatakan dalam asesmen pihaknya mendukung kualitas pendidikan di Tanah Air.

Pihaknya telah membina 320 sekolah melalui pelatihan guru yang berkelanjutan serta memberikan 5000 lebih beasiswa. Hemat dia, sistem asesmen hasil belajar amat relevan agar program pendidikan dapat di ukur efektivitasnya.

Sementara itu, Mark Wilson, peneliti dari University of California Barkeley, AS, berpendapat terdapat empat dasar yang harus dipenuhi dalam sistem asesmen pendidikan, yakni pertama, asesmen harus didasarkan pada perspektif pembelajaran siswa. Kedua, apa yang diajarkan dan apa yang dinilai harus jelas dan selaras. Ketiga, peran guru adalah manajer dan pengguna data penilaian,dan ke empat penilaian kelas harus mengikuti standar validitas dan reliabilitas.

Acara tersebut juga menampilkan Yulia Sri Prihartini, pengawas sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Yogyakarta yang menyampaikan pandangan dan aspirasi guru guru SMP tentang penilaian kelas dan penyelenggaran UN sebagai salah satu bentuk asesmen di daerahnya.

Menurut Yulia masih banyak guru dan siswa yang ia teliti mengharapkan UN sebagai syarat kelulusan karena dapat mendorong motivasi belajar di sekolah yang ia teliti di Sleman.

Tri Harjanti, guru SDN Pinang Belai Jambi yang merupakan mitra sekolah Tanoto Foundation di pedalaman Jambi, dalam kesempatan itu menceritakan suka duka dan kendala menerapkan asesmen belajar sehari sehari di lapangan.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya