Jamaah Haji Indonesia Diingatkan Waspadai Virus MERS
Damar Iradat
20/8/2015 00:00
(ANTARA/Irsan Mulyadi)
Menjelang musim haji 2015, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mewanti-wanti jamaah haji Indonesia lebih berhati-hati dengan adanya wabah penyakit pernafasan dari Timur Tengah atau yang dikenal (Middle East Respiratory Syndrome (MERS) Coronavirus (CoV) yang mengancam.
"Jamaah haji harus waspada MERS-CoV. Jaga kebersihan dan pakai masker," kata Nila pada pelepasan petugas Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi Tahun 1436H/2015M, Rabu (19/20).
Udara panas dan kondisi tubuh yang lelah bisa menurunkan daya tahun yang bisa menyebabkan seseorang mudah terkontaminasi MERS-CoV. Untuk itu, Nila menyarankan jamaah haji menggunakan masker, baik bila berada di kerumunan, maupun ketika batuk.
Jamaah haji juga disarankan rajin cuci tangan dan jaga kondisi tubuh agar tetap fit. Bahkan, kata Nila, jauhi rumah sakit bila tidak perlu. Karena, MERS-CoV biasa bertebaran di sekitar rumah sakit.
"Jangan ngoyo, (shalat) Arbain sunnah, umrah juga, sehingga tidak perlu berkali-kali umrah," pesannya.
Menkes juga sudah berkoordinasi langsung dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan agar menyampaikan pesan waspada MERS-CoV di dalam pesawat yang membawa jamaah haji, maupun kantor-kantor kesehatan pelabuhan. Pemerintah, kata Nila, terus berupaya agar jamaah haji yang kembali ke Tanah Air tidak membawa virus MERS-CoV.
"Kalau ada yang demam di pesawat, kami akan lakukan pemeriksaan. Masa inkubasi (MERS-CoV) 14 hari," tutup dia. (Ant/Q-1)