Program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun yang dicanangkan pemerintah diharapkan dapat dituntaskan.Diharapkan anggaran senilai Rp 7,9 triliun dapat digunakan secara efektif.
"Menurut saya wajib belajar 12 tahun harus dituntaskan, apalagi dengan posisi Indonesia yang akan mendapatkan bonus demografi beberapa tahun mendatang,"kata anggota Komisi X DPR Fraksi PDI Perjuangan,Asdy Narang,saat dihubungi Media Indonesia,Selasa (18/8).
Hemat dia, mengingat fokus wajib belajar 12 tahun maka harus dapat meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM).Selain itu, untuk meningkatkan ketrampilan sumber daya manusia (SDM) demi dalam memanfaatkan bunus demografi tersebut.
Reni Marlinawati,anggota Komisi X DPR Fraksi PPP mengaku masih mengkaji anggaran pendidikan pada APBN 2016 termasuk anggaran untuk Wajar 12 tahun."Insya Allah nanti akan kami bahas dalam raker dengan Mendikbud,"ujarnya.
Sementara pemerhati pendidikan Musni Umar memberi apresiasi pada program 12 tahun dengan anggaran sekitar Rp 7,9 triliun tersebut.
Menurut dia ,selama 2 tahun membangun di era Orde Baru, dan 17 tahun di era Orde Reformasi, masih terdapat sekitar 76 persen pendidikan rakyat Indonesia hanya tamat SMP dan tidak tamat SD. "Hanya 6 persen yang berpendidikan sarjana. Itupun yang berpendidikan sarjana masih banyak yang menganggur,"ungkap Musni Umar.
Ia mengingatkan selama ini telah terjadi mal praktik dalam pembangunan. Seandainya, saja pada saat awal Indonesia membangun yang menjadi skala prioritas adalah pembangunan pendidikan, maka saat bangsa Indonesia memeringati 70 tahun merdeka, bangsa ini telah menjadi bangsa yang hebat karena tingkat pendidikan penduduknya tinggi dan berkualitas.(Bay)