Penularan MERS-CoV di Arab Saudi Bertambah 9 Kasus
Cornelius Eko
19/8/2015 00:00
()
PEMERINTAH Arab Saudi melaporkan terjadi 9 kasus infeksi baru Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) pada 17 Agustus lalu. Tambahan kasus itu menjadikan hanya dalam rentang tiga hari terakhir ada 14 kasus infeksi baru dan 4 kematian akibat MERS-CoV yang terjadi di negara tesebut.
''Yang menarik, sebagian besar penularan, terjadi di rumah sakit (RS), tepatnya di kota Riyadh,'' sebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta, Selasa (18/8).
Kasus penularan yang hanya terjadi di RS, menurut dia, mirip seperti yang terjadi di Korea Selatan. Dari fenomena penularan ini, lanjut dia, bisa ditarik dua kesimpulan, yaitu, sumber penularannya lebih mudah ditelusuri dan RS masih menjadi tempat penularan yang meluas.
Berkaca dari meluasnya penularan di RS, dia menghimbau kepada para jemaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci pada 21 Agustus nanti, agar menjauhi sebisa mungkin RS di sana.
''Sebisa mungkin jemaah bisa menghindari kerumunan dan RS, khususnya di bagian unit gawat darurat (UGD),'' saran Tjandra.
Lebih jauh Tjandra menambahkan, sepanjang Agustus 2015, sudah ada 46 kasus di negara tersebut. Dengan tambahan ini, maka jumlah kasus menjadi 1.105 orang, 479 meninggal dunia (CFR 43,34%), 33 dirawat, tiga diisolasi di rumah, serta 590 sembuh. (H-2)