Kemenristek Dikti dan Kemendikbud Berangkatkan 3.140 Sarjana Mengajar ke Kawasan Timur
Syarief Oebaidillah
18/8/2015 00:00
(Dok)
Sebanyak 3.140 Sarjana Mengajar daerah Terdepan ,Terluar dan Tertinggal
(SM-3T) diberangkatkan Kemenristek Dikti dan Kemendikbud ke kawasan
Indonesia Timur. Mereka merupakan angkatan ke V program SM-3T yang akan
mengajar di Papua, NAD, NTT dan pelosok wilayah Indonesia lainnya.
"Kalian tidak hanya menjadi guru namun juga menjadi tokoh
masyarakat.Sebab kalian dinilai sebagai orang terpelajar yang memiliki
banyak pengetahuan dimana kalian nantinya bertugas mengajar di daerah
3T,"kata Sekjen Kemenristek Dikti,Ainun Naim pada acara pelepasan di
gedung Dikti,Kemenristek Dikti,Jakarta,Selasa (18/8).Turut hadir Dirjen
SDM dan Dikti Kemenristek Dikti ,Ali Ghufron dan Sumarna Surapranata,
Dirjen
Guru Kemendikbud. Menurut Ainun,bersama dengan
perayaan Indonesia Merdeka ke 70 maka kontribusi para sarjana dan
semangat anak anak muda yang akan mencerdaskan Indonesia di pelosok
nusantara layak di apresiasi. "Hingga kini Indonesia masih memunyai
pekerjaan rumah dalam pendidikan di pedalaman.Karena itu sinergi
Kemenristek Dikti dan Kemendikbud dalam program ini penting dan
strategis,"tegasnya.
Ali Ghufron menambahkan,Kemenristek Dikti
berkomitmen meniadakan batas kesejangan melalui SM_3T,karena itu mereka
yang lulus akan langsung diproses menjadi pns dan mendapat sertifikasi.
Menurutnya sejak 2011, sebanyak 10.452 sarjana SM3T telah mengabdi ke
pelosok nusantara. Sementara itu,Ketua Lembaga Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (LPTK) Nasional,Djaali menyatakan sebanyak 17 LPTK telah
memberikan pembekalan pada sarjana mengajar tersebut.Rektor UNJ ini
berpesan bahwa sebagai guru di daerah 3T mereka mesti menjadi guru yang
teladan dan inovatif. "Pendek kata hendaklah menjadi teladan sebagai
guru yang berjiwa pendidik dan mengajar denga hati,"ujarnya.(Bay)