Karnaval Khatulistiwa, untuk Bangkitkan Kemandirian dan Optimisme Bangsa

Eko Rahmawanto
18/8/2015 00:00
Karnaval Khatulistiwa,  untuk Bangkitkan Kemandirian dan Optimisme Bangsa
( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
DALAM rangka memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah bekerja sama dengan Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka (G70) menyelenggarakan kegiatan pesta rakyat. Pesta itu  menampilkan parade kebudayaan nusantara dan melibatkan ribuan masyarakat, pelakuseni, budayawan hingga figur-figur terkemuka. Perhelatan  bertajuk Karnaval Khatulistiwa ini akan digelar pada 22 Agustus  2015  di Pontianak, Kalimantan Barat.

Selain  untuk  memperingati  hari  kemerdekaan RI, karnaval yang akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri sejumlah menteri ini  bertujuan untuk membangkitkan rasa kemandiriandan optimisme bangsa menghadapi tantangan ke depan.  "Saat ini kita sedang menghadapi tantangan berupa pelambatan ekonomi. Namun, sebagai bangsa yang punya potensi begitu besar, kita harus tetap optimistis  mampu  melewati  tantangan  itu.  Kita  tunjukkan  pada  dunia bahwa kita bangsa yang besar, plural,  damai, sekaligus kreatif. 

Banyak sumber daya khatulistiwa yang juga bisa kita tunjukkan ke dunia,"  ujar  Menteri  Sekretaris  Negara Pratikno. Pratikno menambahkan, pelaksanaan Karnaval Khatulistiwa berlandaskan pada  tema  peringatan  HUT  ke-70  Kemerdekaan  RI,  yaitu  "Ayo  Kerja".Kegiatan  karnaval  juga  berpedoman  pada  upaya  mendorong  seluas mungkin  kreativitas  masyarakat  serta  mengedepankan  hiburan  khas daerah. Ketua Panitia Karnaval Khatulistiwa  Jay Wijayanto mengatakan, Karnaval Khatulistiwa berisi rangkaian kegiatan yang mencakup karnaval darat danair (sungai), dan panggung hiburan yang menampilkan sejumlah artis dan musisi  papan  atas. 

Acara  ini  akan  dimulai  dengan karnaval  darat  dari rumah Bentang (rumah adat Kalimantan Barat)  menuju alun-alun Kapuasdengan  jarak  tempuh  kurang  lebih  lima  kilometer.  Karnaval  darat  ini menampilkan  arak-arakan  kendaraan  hias  dan  pejalan  kaki  yang menggunakan kostum adat dayak dan melayu. Karnaval juga melibatkansekitar  500  penari  dayak  dan  50  kelompok  seni  Kalimantan  Barat.

"Rencananya, Presiden Jokowi akan ikut dalam karnaval dengan dikawal. oleh barisan kesatria Dayak," ujar Jay. Jay melanjutkan, peserta karnaval darat bukan saja berasal dari wilayah Kalimantan Barat,  tapi  juga dari  15 provinsi  kekhasan budaya masing-masing  daerah.  Selain  budaya  daerah,  karnaval  juga  diramaikan  oleh pertunjukan  marching  band dari  sekolah-sekolah  terpilih,  (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya