Anggaran Pendidikan 2016 Diprioritaskan unttuk Wajar 12 Tahun
Syarief Oebaidillah
17/8/2015 00:00
(Mendikbud Anies Baswedan--(ANTARA/Reno Esnir))
Pemerintah mengalokasikan Rp7,9 triliun untuk Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun. Hal ini yang menyebabkan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalami penurunan.
Hal tersebut dikemukakan Mendikbud Anies Baswedan bahwa total anggaran fungsi pendidikan 2016 ada Rp424,25 triliun.
Tetapi Kemendikbud hanya menerima Rp49,2 triliun atau turun dari Rp53,2 triliun yang diterima 2015 lalu.
Menurut Anies, penurunan ini bukan karena penyerapan yang rendah melainkan banyak dana pusat yang ditransfer ke daerah. Di antaranya, Wajar 12 Tahun sebanyak Rp7,9 triliun.
"Memang kesannya turun namun itu disebabkan ada sebagian anggaran kita yang dimasukkan ke kotak daerah," ungkap Anies kepada Media Indonesia usai peringatan Hari Kemerdekaan di Kemendikbud Jakarta, Senin (17/8).
Mantan Rektor Universitas Paramadina mengatakan, Rp7,9 triliun digelontorkan untuk Wajar 12 Tahun karena merupakan amanat Presiden.
Lalu presiden juga mengamanatkan jika sebisa mungkin anggaran ditransfer ke daerah sehingga daerah turut berkontribusi membangun.
Oleh karena itupula,ujarnya, dana Wajar 12 Tahun itu diprioritaskan untuk membangun ruang kelas atau sekolah baru.
Lalu sisanya untuk para guru melalui pelatihan dan pendampingan.
Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi dalam kesempatan sama menambahkan bahwa proyeksi pembangunan infrastruktur untuk Wajar 12 Tahun sudah dibuat. Yakni diperlukan 108.000 ruang kelas baru untuk lima tahun kedepan. Lalu ada juga 30.000 perpustakaan, 30.000 laboratorium baru dan 5.000 unit sekolah baru.
"Nanti anggaran itu akan langsung ditransfer ke daerah dengan melihat dulu usulan kebutuhan yang dibuat pemerintah daerah. Namun secara khusus didaerah 3T Kemendikbud yang akan mendata dan menentukan uang yang akan ditransfer,"ungkapnya.
Didik menambahkan kendati secara umum kelihatannya anggaran Kemendikbud menurun namun dengan adanya fungsi transfer daerah sebenarnya terdapat peningkatan anggaran Kemendikbud.
Didik mencontohkan, untuk anggaran Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) jika pada 2015 mencapai Rp 30 triliun maka pada 2016 terdapat peningkatan Rp 4 triliun sehingga menjadi Rp34 triliun. Begitupun anggaran untuk guru, tahun lalu Rp 11 triliun maka pada Rp2016 menjadi Rp12 triliun lebih.
"Jadi sebenarnya ada peningkatan anggaran dalam sektor anggaran pendidikan kita," tukasnya.(Q-1)