Jurus Arief Yahya Membius Dunia

Eko Rahmawanto
16/8/2015 00:00
Jurus Arief Yahya Membius Dunia
(ANTARA/ANDIKA WAHYU )
Lebih dari 28 tahun berkarier sebagai professional di PT Telkom Indonesia, diam-diam Menteri Pariwisata Arief Yahya  mengoleksi lebih dari 31 penghargaan nasional. Sepertiga dari award berkelas itu, adalah prestasi di bidang marketing, atau pemasaran. Sisanya, soal kepemimpinan (leadership), keuangan (finance), dan pelayanan (services). Masuk nalar jika saat menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian Pariwisata RI ini, mulai mengeluarkan jurus-jurus maut mempromosikan pariwisata.

Bukan penghargaan lagi yang sedang dia kejar, melainkan capaian wisatawan mancanegara hingga 20 juta orang pada 2019. Itu bukan target yang enteng, jika melihat catatan pada 2014 baru menembus angka 9 juta kunjungan. Lebih dari 100% naiknya. Baru pertengahan Agustus 2015 ini, jurus saktinya satu per satu dikeluarkan: yakni menggenjot promosi pariwisata di seluruh penjuru dunia!

Jangan heran jika Anda pergi ke Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Tiongkok, Australis, Jepang, Korea, Timur Tengah, Selandia Baru, Hongkong, Taiwan, India, Eropa dan Amerika, akan berpapasan dengan branding Wonderful Indonesia. Baik dalam bentuk TVC, media online, media ruang, media luar ruangan, cetakan, videotron yang menempel di building, sampai sticker yang membungkus badan bus kota, kereta, taxi dan berbagai fasilitas publik lain yang mudah ditangkap indra penglihatan, gampang diakses, cepat terbaca.

Media yang sudah diplacement antara lain: Astro TV, National Geographic Australia, FX-Australia, Channel News Asia, FOX Channels, CCTV China, CNBC International, Channel 5 Channel 8 Channel U Singapore, MBN, MBC, TV3, TBS, TV Asahi Ch. 1, Channel 7, Channel 9, Aljazeera, DIVA (Asia TV Channel), Discovery Channel, Travel Living Channel/AFC, CNN International, BBC World, Sport Channels, dan Publikasi Branding. "Wonderful Indonesia bakal mengetuk pintu dari seluruh penjuru dunia," jelas Arief Yahya yang lahir di Banyuwangi, 2 April 1961 itu.

Strategi promosi seperti ini belum pernah ada selama Kementerian Pariwisata ini berdiri di Republik ini. Termasuk memaksimalkan digital online dan media social, agar pariwisata menjadi trending topic. Termasuk pilihan negara yang menjadi sasaran pasar utama, di-cross dengan destitasi nasional yang sudah disiapkan dengan tiga "great" itu, Great Bali, Great Jakarta, dan Great Batam.

Foto-foto keindahan alam Indonesia, pantai, langit, bawah laut, gunung, hutan, budaya, dan segala tradisinya menjadi daya pikat yang khas. "Karena itu tour operator, bisnis pariwisata, hotel, restoran, pemandu wisata, transportasi, hiburan, event dan semua yang terkait harus sudah melakukan persiapan. Peak season akhir tahun nanti harus diantisipasi dengan baik, agar terhandle tanpa cacat," tutur pria lulusan Teknik Elektro Telekomunikasi, Institut Teknologi Bandung (ITB) 1986, itu.

Promosi yang diterapkan Arief Yahya tidak sembarang membuat desain dan dipasang di media. Semua dipertajam dengan menggunakan pisau analisis teori BAS (Branding, Advertising, Sales), lalu diperkuat dengan POS (Paid, Media, Own) media, dan di-cross dengan analisa DOT (Destinasi, Originasi, Time). Ketika semua sudah matching dan diputuskan dalam rapat pimpinan, semuanya cepat diimplementasikan di lapangan. "Ini adalah kementerian promosi, untuk menarik wisman yang rata-rata per hari membelanjakan uang US$1.200," jelas pengarang buku bertema marketing dan manajemen "Paradox  Marketing" yang masuk best seller dan "Great Spirit Grand Strategy" itu.

Dari soal promosi itu saja, kata bapak 4 anak ini, tidak akan ada habis-habisnya berteori dan memberikan benchmark-nya. Masih banyak menyimpan trik marketing lagi yang belum dia keluarkan, sebelum level pertama BAS, POS dan DOT itu running. Karena itu basic-nya, setelah itu baru digeber dengan teknik lain sebagai booster dan melibatkan seluruh public secara aktif melalui digital. "Jurus ini dulu saja yang kita kebut, pastikan semua jalan dengan optimal dulu," sebut penghobi tenis dan musik yang pernah dinobatkan sebagai marketer of the year 2013 oleh MarkPlus.

Arief Yahya memang sangat kuat berteori, sama kuatnya dengan tekanan implementatifnya. Saat memimpin Telkom, dia dipuji-puji karena dalam 2 tahun nilai pasarnya (Market Cap)-nya naik dua kali lipat, dari Rp150 triliun melompat menjadi Rp300 triliun. Lompatan tajam itulah yang sedang dia persiapkan untuk meraik kunjungan wisman hingga 2019 mendatang. "Saya yakin bisa, karena secara manajemen, memang punya potensi untuk melompat lebih tinggi," kata Arief yang langganan penghargaan di bidang marketing, manajemen dan leadership itu. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya