Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Andi Eka Sakya menyatakan bahwa kondisi El nino saat ini terus mengalami penguatan. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan kondisi El Nino Moderat saat ini akan berubah menjadi El Nino Kuat.
Meskipun demikian, ketika dihubungi, Andi menyatakan bahwa kondisi tersebut perlu terus dilakukan pemantauan setiap 10 hari sekali. "Dan masih belum jelas apakah kekeringan yang sedang dialami ini akibat dari El Nino atau kondisi musim kemarau yang memang pada saat ini sedang berada di puncaknya," tambah Andi.
Yang paling merasakan dampaknya, menuut Andi, adalah wilayah yang berada di sebelah selatan khatulistiwa. Yaitu Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Hal ini diprediksi akan terus terjadi hingga akhir November bahkan awal Desember tahun ini.
"Memang pada bulan oktober akan ada beberapa daerah yang mulai merasakan hujan, namun intensitasnya masih sedikit," terangnya.
Kondisi ini, lanjutnya, tidak hanya berdampak buruk pada beberapa sektor, seperti pertanian dan kehutanan, namun menghasilkan dampak baik kepada sektor kelautan, terutama untuk panen ikan yang diuntungkan.
Lebih jauh, dirinya menyatakan bahwa Pemrintah saat ini dinilainya telah siap dalam mengatasi bencana yang disebabkan EL Nino, baik Pertanian dan Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memiliki cara masing-masing dalam mengatasi kekeringan.
"Jadi walaupun akan terus menguat, saya yakin pemerintah tetap tidak akan kesulitan menghadapinya," pungkasnya. (Q-1)