Promosi Cerdas, Berdandan Kaisar Ming

Eko Rahmawanto
14/8/2015 00:00
Promosi Cerdas, Berdandan Kaisar Ming
()
KEHADIRAN Menpar Arief Yahya dalam prosesi tahunan Peringatan 610 Tahun Laksamana Cheng Ho di Sam Po Kong, Semarang betul-betul menghebohkan. Bagaimana tidak? Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu berganti kostum ala Kaisar Ming, tokoh yang melepas sang Admiral di Tiongkok pada tahun 1405 hingga 1433. Dengan jubah hitam,baju merah, berdesain naga emas ditambah topi kerajaan dan senjata pedangnya, Menpar melangkah tegap menuju pelataran Sam Po Kong.

Klenteng terbesar di Jawa, yang pernah disinggahi Cheng Ho, ketika juru mudinya sakit. Disambut dengan liong-liong dn tabuhan khas Barongsai Tiongkok, pria asli Banyuwangi itu melepas prosesi arak-arakan menuju Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok 62, Semarang.

Gaya promosi pariwisata budaya yang amat empatik dan cerdas, mengambil hati wisatawan mancanegara asal Tiongkok dengan pakaian kebesaran yang biasa dikenakan raja di Negeri Tirai Bambu itu.

“610 tahun yang lalu, kemitraan Tiongkok-Indonesia (Sriwijaya dan Majapahit) sudah sangat dekat. Sampai-sampai dalam kurun 28 tahun, berlabuh tujuh kali ekspedisi, di 10 kota, yakni Aceh, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya dan Bali,” kata Arief Yahya.

Pada 15 Juli 1405, Admiral Cheng Ho memulai perjalanan dunia dari Nanking (dulu ibu kota Tiongko, sebelum dipindahkan ke Beijing) melewati kawasan Laut Cina Selatan, semenanjung Malaka, bagian bara Nusantara, semenanjung India, Jazirah Arab,k hingga ke Mogadisu di Afrika Timur. Ada sekitar 30 negara yng pernah dilewati Jalur Cheng Ho.

“Ini tonggal sejarah yang amat penting bagi pariwisata nasional saat ini. Kita napak tilas, mengenang jejak warisan sejarah maritim dunia dengan Jalur Samudera Cheng Ho. Itu yang akan kami promosikan, bernostalgia sekaligus berwisata budaya, yang bisa menjadi salah satu daya tarik dan unggulan pariwisata Indonesia,” jelas Arief.

Jokowi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Xi Jinping, Presiden Tiongkok disela-sela Forum APEC juga menjelaskan, “Sejarah hubungan Indonesia-Tiongkok itu sudah ratusan tahun. Itu bisa menjadi modal bagi kedua negara untuk menjadi mitra strategis komprehensif, dan konkret,” tuturnya.

Presiden Xi Jinping pun merespons positif. “Meskipun Indonesia dan Tiongkok terpisah oleh laut dan samudera, namun besarnya gelombang tidak menghalangi pertukaran kita, mulai dari Jalur Samudera Cheng Ho hingga Konferensi Asia Afrika” kata Xi Jinping saat menghadiri Peringatan Konferensi Asia Afrika lalu.

“Presiden mencanangkan targat pariwisata tahun 2019 adalah 20 juta wisman. Dari jumlah itu, 10 jutanya ditargetkan dari Tiongkok. Sekarang getarannya sudah terasa di Bali, banyak turis yang berasal dari sana. Bahkan, Tiongkok menempati posisi ke-3, menggeser Australia hingga semester I tahun 2015. "Kami memang gencar berpromosi di Tiongkok,” tegas Arief Yahya.

Karena itu, Arief pun menyambut acara Peringatan 610 tahun Laksamana Cheng Ho itu dengan senang hati. Meskipun harus berpanas-panas dengan jubah lengkap ala Dinasti Ming. Gaya dan penampilannya sudah mirip ketika sangKaisar melepas 357 unit kapal dan 27.800 awak kapal untuk mengarungi luasnya Laut China Selatan.

Jawa Tengah, kata Arief Yahya, harus kompak dengan DIY dalam urusan pariwisata. Jawa Tengah ini lengkap, punya Borobudur, candi peninggalan Budha terbesar di dunia. Punya Candi Prambanan, peninggalan Hindu tertinggi di dunia. Punya Ratu Boko yang dibangun di atas Gunung Buntung. Juga punya Sam Po Kong, petilasan Laksamana Cheng Ho yang juga terbesar dan terhebat di Indonesia.

“Satu tahun Jawa Tengah dan Jogja itu hanya 400 ribu wisatawan mancanegara. Itu terlalu minim untuk ukuran potensi sebesar ini. Tahun 2019 nanti, kami targetkan 2 juta wisman yang hadir Jateng-Jogja. Kita punya tiga bandara, yang sudah berstatus internasional juga. Punya pelabuhan Tanjung Emas. Itu adalah kemudahan akses yang luar biasa. Tinggal menemukan titik-titik penting yang bisa dijadikan bahan untuk promosi ke originasi,” kata dia. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya