Mahasiswa Jepang-UBL Kerja Sama Kuliah Kerja Praktek
Sidik P
13/8/2015 00:00
(DOK.UBL)
UNIVERSITAS Budi Luhur (UBL) Jakarta dan School of Global Study Meiji University Jepang menjalin kerja sama akademik berupa kerjasama Kuliah Kerja Praktek (KKP). Itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh kedua belah pihak di UBL, Jakarta, baru-baru ini. Pada nota kesepahaman itu dinyatakan bahwa kedua instusi tidak hanya menekankan kepada hubungan akademik dan budaya. Kerja sama juga mencakup pelaksanaan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam ilmu humaniora, sosial alam dan tekhnologi. Untuk tahap awal kerja sama, kedua lembaga pendidikan itu melakukan pertukaran mahasiswa, baik UBL maupun School of Global Studi Meiji University mempersiapkan pelaksanaan KKP atau disebut volunter luar negeri (overseas volunteer) pada Agustus ini ketika mahasiswa di kedua universitas tersebut sedang memasuki masa libur kuliah akhir tahun ajaran. Rektor Universitas Budi Luhur Prof Suryo Hapsoro Tri Utomo berharap kerja sama pertukaran mahasiswa dan pelaksanaan KKP tersebut berjalan dengan lancar. ''Dengan begitu, pelaksanaan kerjasama bisa diperluas secara bertahap dan berkesinambungan,'' kata Suryo melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Rabu (12/8). Adapun Ketua Yayasan Pendidikan UBL Kasih Hanggoro berharap, kerjasama tersebuit bisa menjadi pengalaman berharga bagi UBL yang berusia 36 tahun itu, karena bisa belajar banyak mengenai Meiji University yang telah berdiri sejak 1881. Apalagi, Meiji University adalah kampus yang termasuk paling prestesius di Jepang dan di benua Asia. Sementara itu, dalam kunjungan dua hari di Jakarta, Meiji University yang diwakili oleh Masahiro Yokota, Dean School of Global Japanese Studies dan Chair of Internatonal Programs Committee Akira Kobayashi telah meninjau berbagai fasilitas di kampus UBL dan sekitarnya. Mereka berharap saat pelaksanaan KKP itu, mahasiswa Meiji University bisa aktif dalam berbagai kegiatan pertukaran budaya dan bersama-sama mahasiswa UBL mampu melakukan kegiatan sosial di pesantren dan panti asuhan, serta sekolah-sekolah luar biasa. ''Sehingga ada hal positif yang bisa dipetik dari kerja sama ini,'' pungkas Akira. (H-2)