Media Indonesia Juara Menulis Konservasi Lesser Sunda
Palce Amalo
13/8/2015 00:00
(Illustrasi Foto/Rommy Pujianto)
WARTAWAN Media Indonesia Palce Amalo sukses menjadi yang terbaik dalam lomba menulis Konservasi Lesser Sunda yang digelar oleh The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) dan The Nature Conservancy (TNC). Direktur SIEJ IGG Maha Adi menyampaikan dari 29 artikel yang diterima oleh juri, tulisan Palce Amalo berjudul Sejahtera dengan Mangrove yang ditayangkan di halaman 21 rubrik 'Maritim' pada Harian Media Indonesia 25 April 2015 menjadi yang terunggul.
Untuk menulis materi berita itu, Palce bersama dengan 21 jurnalis dari empat provinsi yakni DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, sebelumnya terlebih dulu mengikuti workshop Konservasi Kelautan Ekoregion Sunda Kecil di Bali. Selanjutnya, barulah mereka ke lapangan untuk meliput konservasi mangrove di dua lokasi di Pulau Nusa Penida, Bali. Tulisan para peserta dinilai oleh tim juri di Jakarta.
Adapun, untuk juara kedua ajang ini diraih oleh Muliartha dari Berita Bali.com dengan tulisan Menjaga Terumbu Karang Bali Secara Mandiri 1-2, dan pemenang ketiga yakni Rindra Devita dari Bali Post dengan judul tulisan Obyek Wisata Rangkap Konservasi.
Pada kesempatan tersebut tim juri pun menetapkan lima pemenang harapan masing-masing adalah, Stanley Boymau (Timor Express), Ahmad Nurhasim (Koran Tempo), Luh De Suryani (Mongabay.co.id), Wirati Astiti (Tabloid Tokoh), dan Supriyantho Khalid (Koran Tempo).
Menurut Maha Adi, lomba menulis itu digelar karena adanya kekhawatiran dari SIEJ dan TNC bahwa konservasi kelautan di Ekoregion Sunda Kecil menghadapi berbagai masalah dan ancaman. Dari situ, muncul ide untuk menggelar serial konservasi laut dan lomba jurnalistik. ''Kami punya harapan besar untuk penyelamatan kawasan ini,'' imbuhnya. Ia mengatakan selama ini TNC memiliki sejumlah program pengelolaan di kawasan Lesser Sunda, dan di dunia konservasi pun telah jadi tantangan tersendiri terutama peningkatan kesejahteraan nelayan. ''Jika nelayan sejahtera, kawasan akan terselamatkan dari pencemaran,'' pungkas dia. (H-2)