Sebanyak 40 Ribu Sekolah belum Terakses Internet

Syarief Oebaidillah
13/8/2015 00:00
 Sebanyak 40 Ribu Sekolah belum Terakses Internet
(Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi)
Diperkirakan terdapat 40 ribu dari 210 ribu sekolah di Indonesia belum dapat mengakses internet. Untuk itu telah ditempuh upaya percepatan terutama pada sekolah di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Mengantisipai hal tersebut, Kemendikbud telah menandatangani kerja sama atau Nota Kesepahaman dengan Kemenkominfo.

Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal Kemdikbud Didik Suhardi di Kemendikbud Jakarta.

Didik mengungkapkan ia menandatangani Nota Kesepahaman perpanjangan antara Kemendikbud dengan Keminfo terkait penambahan jaringan internet di 384 sekolah di daerah terluar atau garis depan wilayah Indonesia tahun ini.

"Dalam MoU itu kami sepakat jaringan disediakan oleh Kemenkominfo, sedangkan Kemendikbud menyediakan komputer dan bahan ajar dalam pembelajaran e-learning," kata Didik, didampingi Kepala Pustekkom Kemendikbud Ari Santoso.

Didik menjelaskan kerja sama dua kementerian itu dilakukan guna mempercepat tersebarnya jaringan internet di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Kemendikbud pada Februari 2015, masih terdapat sekitar 40 ribu hinggga 60 ribu sekolah dari total 210 ribu sekolah di seluruh jenjang belum memiliki jaringan internet.

Kondisi ini dinilai kurang kondusif sehingga mesti dipercepat diterapkannya sejumlah proses belajar berbasis IT dan internet di masa mendatang. Mulai dari penerapan e-sabak, sampai pelaksanaan Ujian Nasional CBT ditargetkan lebih lancar dan lebih banyak jika memiliki infrastruktur jaringan internet yang memadai.

Ia juga mendorong pelaksanaan UN seluruhnya menggunakan UN CBT. Selain mengurangi anggaran untuk biaya percetakan, sistem UN CBT juga dinilai lebih kredibel dibanding UN manual. "UN CBT lebih jujur,kredibel dan juga lebih menghemat anggaran,"ungkap Didik.

Didik yang sebelumnya menjabat Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud ini menambahkan khusus di daerah 3T terdapat sekitar 1.000 sekolah yang belum memiliki jaringan internet. Padahal daerah 3T merupakan jendela bagi latar depan pendidikan di Indonesia.

Sebab itu, daerah 3T menjadi prioritas yang diharapkan 3 tahun secara bertahap dapat terpenuhi kebutuhan jaringan internet.

Sedangkan untuk penambahan jaringan internet di sekolah yang berada di luar daerah 3T, ia berharap adanya peran pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur pendukung.

Ia melanjutkan bahwa jaringan internet sangat bermanfaat dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Bahkan di sejumlah daerah terbukti dengan adanya jaringan internet di sekolah dapat meningkatkan prestasi akademik di sekolah yang bersangkutan. Ia mencontohkan di NTT terbukti ada peningkatan.

"Komputer beserta jaringan internet yang ada di sekolah-sekolah ini nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang ada di sekitar sekolah. Dapat dimanfaatkan juga untuk upaya pemberdayaan masyarakat," pungkasnya.

Pelatihan

Sementara itu, Kepala Pustekkom Kemdikbud Ari Santoso menambahkan bahwa program ini merupakan perpanjangan dari program di era pemerintahan lalu dan semasa Mendikbud M Nuh.

MoU tersebut sudah ada sejak 2011, diperpanjang sampai tuntas seluruh sekolah untuk mengakses internet.

Menurutnya, dalam penggunaan internet, semua guru daerah 3T akan mendapat pelatihan pembelajaran berbasis IT. Pelatihan berlangsung minimal selama dua minggu dengan sistem cluster.

Dikatakan, para guru didampingi penuh selama dua minggu, karena tidak mudah mengubah paradigma pembelajaran, dari manual ke IT.

Ari mengaku optimistis seluruh sekolah di Indonesia akan tuntas mendapat akses internet di tahun 2019. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya