Peringati Hari Anak, Arist Merdeka Kecewa pada Jokowi
Desi Angriani
11/8/2015 00:00
(MI/PANCA SYURKANI)
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengaku kecewa terhadap Presiden Jokowi.
Ia tak menyangka pria kelahiran Solo itu hanya berguyon dan membagikan sepeda selama acara peringatan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, Jawa Barat.
"Secara substansi, saya belum menaruh harapan yang baik pada yang disampaikan Bapak Presiden termasuk suara anak Indonesia," kata Arist di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).
Ia berharap Jokowi mengimbau seluruh komponen bangsa untuk memerangi kejahatan seksual terhadap anak sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2014 tentang gerakan nasional menentang kejahatan seksual.
"Bapak Presiden bisa menyampaikan itu pada komponen bangsa ini. Termasuk kita diingatkan pada kasus Angeline di Bali," ungkap dia.
Menurutnya, imbauan itu akan menyedot perhatian publik, baik dewasa maupun anak-anak. Sayangnya pesan-pesan itu luput dan berakhir dengan senda gurau.
"Saya harapkan dari presiden menyatakan gerakan massa itu karena dia punya inpres yang menyatakan kejahatan seksual itu harus kita tantang. Tetapi tadi itu (bagi-bagi sepeda), saya tidak bisa berbuat apa-apa," pungkas dia.
Sekedar diketahui Hari Anak Nasional (HAN) jatuh tiap 23 Juli di setiap tahunnya. Namun, karena berbagai alasan, peringatan HAN baru dapat digelar pada Agustus ini.
Tema peringatan HAN 2015 kali ini adalah "Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak" dengan tiga sub tema, yaitu bangun karakter anak Indonesia yang berkualitas dan berahklak mulia, wujudkan ketahanan keluarga untuk mendorong tumbuh kembang anak Indonesia yang sehat dan berprestasi, serta wujudkan rekonstruksi sosial dalam menciptakan lingkungan yang melindungi hak anak.
Tiga provinsi
Sementara itu, dalam perayaan Hari Anak Nasional 2015, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8), Presiden Joko Widodo menganugerahi tiga proivinsi sebagai kota layak anak 2015.
Tiga provinsi tersebut adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Timur. Mereka keluar sebagai pemenang dari tiga kategori, yaitu nindya 3 kab/kota, madya 24 kab/kota dan pratama 50 kab/kota.
Menteri Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengatakan, piagam diberikan kepada gubernur da wali kota masing-masing sebagai bukti kepedulian pemerintah untuk tetap menjaga dan melindungi anak dan perempuan.
"Prov kab/kota layak anak yang saat ini sudah dikembangkan di 260 kab/kota. Kita berikan penghargaan kepada para gubernur, bupati, wali kota yang telah mewujudkan prov/kab/kota ramah anak," ucap Yohana di Istana Bogor.
Menurutnya, Kemenkum HAM dan Kemen PPA telah melakukan perubahan mendasar dan fundamental dalam sistem dan perlakukan pembinaan anak. Perubahan itu diwujudkan dalam Piagam Arcamanik yang berisi sepuluh prinsip pembinaan anak.
"Melalui sebuah gerakan nasional, peresmian piagam Arcamanik ," imbuh dia
Sekadar untuk diketahui, Hari Anak Nasional (HAN) jatuh tiap 23 Juli di setiap tahunnya. Namun, karena berbagai alasan, peringatan HAN baru dapat digelar pada Agustus Ini.
Tema peringatan HAN 2015 kali ini adalah "Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak" dengan tiga sub tema, yaitu bangun karakter anak Indonesia yang berkualitas dan berahlak mulia, wujudkan ketahanan keluarga untuk mendorong tumbuh kembang anak Indonesia yang sehat dan berprestasi, serta wujudkan rekonstruksi sosial dalam menciptakan lingkungan yang melindungi hak anak. (Q-1)