SEJUMLAH siswa tingkat menengah atas dari Kagoshima City, Jepang, bertukar pikiran dan pengetahuan mengenai lingkungan hidup di kampus Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta, baru-baru ini.
Kegiatan itu sebagai tindaklanjut atas kerjasama kegiatan sosial antara masyarakat binaan UBL, pemerintah Kagoshima City Jepang, dan Kagoshima University yang sudah dirintis sejak 2014, mengenai sustainable society atau masyarakat yang bersahabat dengan lingkungan.
Pada kesempatan itu, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBL selaku tuan rumah menghadirkan masyarakat, kelompok masyarakat (KSM Nyiur) dan sekolah-sekolah yang selama ini jadi binaan Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur, untuk ikut terlibat pada ajang itu.
Di ajang itu, sejumlah siswa dari Jepang tersebut antara lain diajak berkarya dan menampilkan bagaimana mereka memanfaatkan bahan-bahan bekas sehingga menjadi barang-barang yang dapat dimanfaatkan kembali.
Termasuk pula upaya semakin menguatkan konsep business, intellectual, government, community (BIG-C) yaitu meliputi proses daur ulang bahan dasar organik menjadi ornamen dan barang seni dengan nilai jual tinggi. Kegiatan diakhiri dengan workshop pembuatan kerajinan dari plastik kemasan bagi seluruh peserta oleh Ketua KSM Nyiur petani sampah.
''Bila kegiatan ini bermanfaat, selanjutnya kami akan mengundang tim dari UBL untuk berkunjung ke kota kami tahun depan,'' kata Katsutoshi Kawano selaku Land Usage Planning and Control Division, Assistant Section Chief Kagoshima City, melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Senin (10/8).
Ia mencontohkan kegiatan yang bermanfaat yakni workshop pembuatan kerajinan. Bagi dia, di Jepang meski ada Origami (kerajinan melipat kertas Jepang) tetapi workshop pembuatan kerajinan sangat menarik dan hal baru untuk dirinya. ''Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke depan,'' tutup Katsutoshi. (H-2)