Menpar Genjot Promosi Wonderful Indonesia di Mancanegara

Eko Rahmawanto
10/8/2015 00:00
Menpar Genjot Promosi Wonderful Indonesia di Mancanegara
(MI/Sumaryanto)
IBARAT persaiangan global pariwisata itu sebagai medan pertempuran, Menteri Pariwisata Arief Yahya mulai gencar menggempur dengan promosi Wonderful Indonesia.

Dari darat digerilya, melalui sales mission mengunjungi agen-agen wholesaler besar di Tiongkok, Singapura, Malaysia, dan Eropa. Dari udara mulai berpromosi di media-media global.
“Sasarannya jelas untuk merebut pasar turisme dunia, dan ini bagian dari road map menuju target 20 juta wisman di tahun 2019,” jelas Arief Yahya.

Efektifkah cara ini? “Nah, untuk menjamin efektivitas itu, kami tidak asal berpromosi, tetapi menggunakan teori yang sudah diuji kesahihannya. Pemilihan negara sasaran, desain materi dan penentuan waktu promosi ini, menggunakan konsep DOT. Pertautan antara Destinasi (Great Bali, Great Jakarta dan Great Batam), Originasi (Top 10 negara asal turis yang berwisata ke Indonesia), dan Time (pemilihan waktu yang pas),” ungkap Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Mengapa strategi DOT itu penting? Jawabannya, agar tepat sasaran! Tidak salah bidik, tidak salah tembak, pada calon wisatawan, karena data kunjungan bisa dibaca dan disimpulkan dengan presisi. Tujuan favorit orang ke Indonesia itu, 40% Bali, 28% Jakarta, 24% Batam-Bintan. Hanya 10% kota-kota lain, seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Medan, Makasar, Palembang, Manado dan lainnya.

Mereka yang rajin berkunjung juga jelas dari tahun ke tahun, Singapura, Malaysia, Tiongkok, Australia, Jepang, Korea.
Dari sinilah, Menpar mulai agresif menggeber promosi mancanegara, sejak Juli sampai Desember 2015. Tujuh negara originasi terbesar, digoyang dengan TVC Wonderful Indonesia, yakni Singapura, Malaysia, Tiongkok, Australia, Jepang, Korea dan Timur Tengah.

“Dari media televisi, online, cetak, digital luar ruang, semua lini kami gerilya dengan keindahan alam, keragaman etnik, keramahan tradisi, kekayaan kuliner dan kehangatan senyum welcome to Indonesia,” kata Menpar.

Bagaimana proses promosinya? “Kami garap simultan, lalu kami implementasikan strategi penyebaran media promosi melalui: Paid Media, Own Media, dan Social Media, yang sering kami sebut dengan konsep POS. Materi promo Wonderful Indonesia 2015 disebar melalui TV Commercials, Vignettes, dan TV Series. Jumlahnya, 24.000 spots, 25 TV Series, dan 6 Minggu Social Media Campaign di CNBC (Consumer News and Business Channel),” jelas Arief.

Waktu penayangannya, 50% prime time, dan sisanya 50% pada regular time, antara pukul 06.00 – 23.00 waktu setempat. Periode penayangan sudah sejak 1 April sampai 31 Juli, lalu dilanjutkan pada kontrak berikutnya 1 Juli – 31 Desember 2015. “Saya yakin, cara ini akan lebih “nendang” untuk menggaet wisatawan mancanegara ke Tanah Air,” ungkapnya.

Media-media Global Coverage yang diplacement antara lain:  Discovery Channel, Travel and Living Channel, Asian Food Channel, Fox International, Channel News Asia, CNBC, CNN International, BBC World, Sport Channels. Semua media televisi yang sudah menjadi favourit bagi masyarakat dunia.

Nomor satu, lanjut dia, Tiongkok di televisi yang berbahasa mandarin, CCTV 1, CCTV 2, CCTV 7,  dan CCTV 10. Singapura juga digoyang dengan iklan-iklan destinasi yang bagus, profil objek wisata Indonesia yang komplit dan dekat baik secara geografis maupun psikologis pada mereka. Singapura ada di Channel 5, Channel 8, Channel U.

Singapura sangat vital karena negara yang berada di Selat Malaka itu masih menempati posisi teratas dalam jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air. Batam, Bintan dan sekitarnya masih menjadi lokasi favourit mereka selain Bali.

Media Malaysia, kata dia, juga dipromosikan melalui channel: Astro TV dan TV3 Malaysia. Di Australia, National Geographic Australia, FX Australia, Channel 7 dan Channel 9. Di Jepang, TBS, TV Asahi Channel 1. Di Korea, dipromosikan di MBN dan MBS. Di Timur Tengah ada Al Jazeera.

Bagaimana di online? “Kami juga genjot promosi Wonderful Indonesia di Google, Search Engine Marketing, Banner Ad, dan Video Ad. Jumlahnya lebih dari 120 juta impressions, lebih dari 2.000.000 views. Waktu tayangnya, lebih dari 385 hari di berbagai media, periode 17 Agustus sampai 31 Desember,” jelas Arief Yahya.

Media cetak juga tidak kalah pentingnya. Periode 24 Agustus – 14 Desember 2015, sudah direncanakan pemasangan full color di Global Reach: The Economist, Bloomberg Businessweek, Forbes, Rock Square dan Travel & Leisure. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya