Komitmen Tingkatkan SDM, Pemerintah Intensif Kirim Penerima Beasiswa ke Luar Negeri
Dheri Agriesta
04/8/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya meningkatkan sumber daya manusia untuk dapat bersaing secara global. Oleh karena itu, pemerintah akan berusaha secara intensif memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi untuk belajar ke luar negeri.
"Dengan mengirim secara intensif secara teratur dan dengan jumlah yang lebih besar, kita belajar ke luar negeri sehingga teknologi, daya saing, informasi kita sejajar dengan bangsa lain," kata JK saat memberikan pembekalan kepada penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).
JK mengaku ada batasan jumlah penerima beasiswa setiap tahun. Namun, pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan jumlah penerima beasiswa untuk meningkatkan kualitas SDM.
Antusiasme penerima beasiswa pun cukup tinggi. Dari total yang mendaftar, hanya 7 persen yang diterima sebagai penerima beasiswa.
"Yang masuk baru kira-kira 1500 tiap tahun, itu terpilih karena dari laporan, itu yang mendaftar. Yang diterima sekitar 7 persen," jelas JK.
Tak hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri untuk belajar, pemerintah pun memiliki program beasiswa untuk pelajar luar negeri yang ingin menimba ilmu di Indonesia. Bahkan, beberapa pelajar dari Malaysia datang ke Indonesia untuk belajar dengan biaya sendiri.
"Ada yang datag dengan biaya sendiri, ada juga yang kita kasih subsidi negara-negara yang kurang maju apakah itu negara-negara Thailand. Ada yang tidak beasiswa Thailand Selatan ada negara-negara yang lain kita juga biayai, walaupun belum banyak tapi yang paling banyak itu justru Malaysia yang datang dengan biaya sendiri," jelas JK. (Q-1)