MENTERI Perhubungan Ignasius Jonan dalam beberapa kali pertemuan dengan media selalu membahas akan membangun 10 Bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Janji ini nampaknya bukan main-main. Kamis (30/7), dalam sebuah acara bincang-bincang bertema "Arsitektur Nusantara untuk Bandara Indonesia", wacana tersebut disinggung lagi oleh arsitek Yori Antar dan Andra Matin.
Dua arsitek senior Indonesia tersebut mengumumkan sayembara desain bandara di NTT yang terbuka untuk umum. Propan, produsen cat terkemuka, menjadi sponsor lomba tersebut.
Bincang-bincang bersama Yori Antar dan Andra Matin adalah bagian dari Triennale Arsitektur UPH 2015. Acara tiga tahunan yang digelar oleh Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Pelita Harapan ini diadakan di Gedung Tjipta Niaga, yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta.
Acara bertajuk "Ruang adalah Waktu", diisi beberapa seminar, diskusi, dan pameran yang berlangsung hingga 8 Agustus 2015. Triennale Arsitektur UPH kali ini merupakan hasil kerja sama dengan Anabata, sebuah perusahaan penyelenggara acara arsitektur.
"Ini salah satu cara kami menjembatani dunia pendidikan arsitektur dan profesi ini di dunia nyata," kata Ary Indra, arsitek yang mewakili Anabata.
Yang menarik, puncak acara akan diisi talkshow bersama Junya Ishigami. Arsitek muda Jepang tersebut terkenal dengan desainnya yang eksperimental, karena menganalogikan arsitektur sebagai udara yang ringan.
Karyanya punya kecenderungan melawan gravitasi, dibuat seringan mungkin, misalnya struktur dari benang. Tentu saja kehadirannya akan memberi inspirasi bagi para arsitek muda, juga para mahasiswa calon arsitek yang kelak akan membangun Indonesia.(X-11)