PTS Didorong Hasilkan Riset Berkualitas

Puput Mutiara
31/7/2015 00:00
 PTS Didorong Hasilkan Riset Berkualitas
(MI/Rommy Pujianto)
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mendorong setiap perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Indonesia untuk bisa menghasilkan riset berkualitas. Pasalnya, hingga saat ini belum banyak PTS yang mampu menelurkan hasil-hasil penelitian.

Staf Ahli Bidang Akademik Kemenristek Dikti Paulina Pannen mengatakan, bahwa secara umum perguruan tinggi di Tanah Air baik swasta maupun negeri belum ada yang menembus 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia (world class university). Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada seluruh perguruan tinggi termasuk PTS untuk lebih kreatif menciptakan berbagai inovasi.

Sebagaimana diamanatkan melalui Perpres No.13/2015 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kemenristek Dikti, ujung tombak keberhasilan pendidikan tinggi di Indonesia salah satunya dalam hal riset dan pengembangannya.

"Ada tiga faktor yang menentukan tercapainya renstra. Pertama, perguruan tinggi melihat ke dalam internalnya apakah sudah memenuhi standar kualitas atau belum. Kedua, inovasi yang dihasilkan apa saja. Lalu ketiga, inovasi itu jangan hanya sampai di kampus tapi ke mancanegara," jelasnya saat memberikan paparan dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1436 Hijriah Keluarga Besar Aptisi Seluruh Indonesia di Kampus UPI YAI, Jakarta, Jumat (31/7).

Lebih lanjut, ia menyampaikan tantangan yang diberikan oleh Menristek Dikti M Nasir agar setidaknya ada PTS yang masuk dalam jajaran 500 world class university sampai akhir tahun 2015. Tentunya, melalui penciptaan inovasi hasil riset yang unggul.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Muhammad Dimyati mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan hasil riset yang sudah ada diperlukan anggaran yang sesuai.

Menurutnya, saat ini realisasi anggaran untuk riset di Indonesia masih sangat minim. Tahun 2015, anggaran yang disediakan hanya 0,09% dari produk domestik bruto (PDB). Itupun seluruhnya berasal dari pemerintah. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya