ALPTKI Targetkan 60 Ribu Guru Berkompetensi

Sidik P
07/7/2015 00:00
ALPTKI Targetkan 60 Ribu Guru Berkompetensi
(DOK.UNJ)
ASOSIASI Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan se-Indonesia (ALPTKI)  menargetkan 60 ribu calon guru lulusan S-1 berkompetensi nantinya bisa memenuhi kebutuhan tenaga pendidik berkompetensi di seluruh Indonesia dalam 5 tahun mendatang.

''Sebanyak 12 LPTK (universtitas negeri eks IKIP) negeri dan 19 LPTK dari 19 universitas negeri yang punya Fakultas Pendidikan telah siap untuk menghasilkan calon guru memiliki kompetensi sebagai pendidik dan berkarakter,'' kata Ketua Asosiai LPTK se- Indonesia (ALPTKI) Prof Dr Djaali yang juga Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dalam acara buka puasa, di kampus UNJ, Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, pada pertemuan ALPTKI di UNJ di hari yang sama, menetapkan Rektor UNJ Prof Djaali sebagai Ketua ALPTKI. Pertemuan itu sekaligus membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Djaali menyatakan calon guru berkompetensi adalah S-1 ilmu pendidikan, lalu mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) selama setahun, selanjunjunya lulusan SM-3T mengikuti ikatan dinas pendidikan profesi di Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama setahun di setiap LPTK.

''Setelah setahun mengikuti program SM-3T dan setahun pada pendidikan profesi di PPG dengan sistem asrama, maka calon guru yang dinyatakan lulus, mendapat kompetensi sebagai guru serta pendidikan dari ALPTKI. Jadi nantinya dapat diangkat sebagai guru PNS yang berkompetensi dan berkualifikasi,'' katanya.

Saat ini LPTK UNJ dan beberapa LPTK lain telah melaksanakan sistem itu dengan anggaran terbatas dalam empat tahun terakhir yang menghasilkan 2.500 calon guru berkompetensi dan berkualifikasi. Adapun, jumlah guru yang pensiun setiap tahun di Indonesia mencapai 10 ribu orang.

Djaali pun mengharapkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membuat regulasi kesejahteraan guru dan anggaran untuk mempercepat pendidikan guru yang berkualitas dalam lima tahun. Itu penting agar bisa mencetak 60 ribu guru berkompetensi untuk memenuhi kebutuhan guru SD, SMP, SMA dan SMK se-Indonesia.

''UNJ sendiri sebagai LPTK sekarang ini baru menghasilkan sekitar 250 calon guru berkompetensi tiap tahunnya. Jadi, keterlibatan pemerintah sangat penting untuk memacu menghasilkan guru berkompetensi,'' pungkas Djaali. (Ant/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya