Tampil menawan dengan batik motif Bentenan dan Minahasa

MI/Sri Purwandhari
02/7/2015 00:00
Tampil menawan dengan batik motif Bentenan dan Minahasa
Alleira batik(Antara)

MELIHAT busana dari kain batik motif udan liris, sriwedari, truntum, atau parang klitik tentu sudah jamak. Ada yang ditampilkan utuh, tapi ada pula yang dikombinasikan dengan motif lain, sehingga tampil lebih modern.

Namun Alleira Batik tak hendak terpaku dengan motif-motif batik yang sudah ada. Sesuai dengan misinya untuk membuat batik yang unik, modern, dan berkualitas tinggi, maka  Alleira Batik memilih motif tenun Minahasa dan tenun Bentenan untuk koleksi Ramadhan dan Lebaran tahun ini.

"Motif tenun Minahasa dan Bentenan yang menjadi inspirasi Alleira kami modifikasi, sehingga mengalami perubahan dari bentuk aslinya menjadi untaian titik-titik. Nah, rangkaian titik-titik tersebut kemudian membentuk motif batik yang mirip bentuk teknik sulam kruisteek. Kedua motif tersebut dikombinasikan dengan motif floral dan tradisional eksklusif Alleira," kata Anita Asmaya Sanin, Creative Director Alleira Batik.

Melihat hasilnya, langsung bisa dibayangkan kerumitan dalam pembuatan canting cap-nya. "Ukuran desainnya harus benar-benar presisi, sebab meleset sekian milimeter saja, hasilnya tidak sesuai harapan. Ada yang bentuknya jadi tidak simetris atau mblobor saat pewarnaan. Untuk itu kami harus melakukan percobaan berkali-kali hingga hasilnya bisa rapi dan indah,".Anita memaparkan.

Untuk koleksi bertema Magnificent Ramadhan, Alleira Batik membuat kira-kira 10 canting cap. Motif-motif dasar yang dihasilkan dari 10 canting cap tersebut kemudian dikombinasikan, sehingga menghasilkan lebih banyak motif.

Beragam motif tersebut diaplikasikan pada bahan sutra dan katun. "Warna-warna yang kami pakai mengacu pada tren warna 2016, yaitu terracotta, rusty orange, red, light green, dan cobalt blue yang dikemas secara gradasi, sesuai ciri khas Alleira. Selain itu, kami melengkapi koleksi kali ini dengan warna black and white. Termasuk untuk koleksi anak-anak, kami memberi sentuhan warna kuning, hijau, dan ungu," Anita menjelaskan.

Lalu sesuai dengan momennya, maka Alleira Batik menawarkan desain simple elegant dengan siluet fitted dan loose. Maka hadirlah blouse, outer, dress, jaket, tunik, dan kaftan. Koleksi tersebut dibagi menjadi 4 sequence koleksi dewasa, 1 koleksi anak, dan  1 koleksi VIP saat ditampilkan di Lamoda Cafe. Khusus untuk koleksi VIP, yang didapuk menjadi modelnya adalah beberapa istri dari duta besar negara sahabat.

Dari koleksi yang dipertunjukkan ada atasan asimetris yang dipadukan dengan gaun panjang berwarna terracotta. Perbedaan motif antara atasan dan gaun panjangnya terlihat berpadu manis. Jika biasanya tumpal menjadi batas pinggir kain batik tradisional, yang ini malah warna hitam yang dihadirkan. Polos, tanpa motif.

Ada pula atasan asimetris yang dipadukan dengan celana palazzo yang saat ini sedang menjadi trend. Outer bak jubah sepanjang mata kaki menambah cantik koleksi ini.

Tak hanya celana dari bahan polos saja yang dipadukan, Alleira juga menawarkan celana sequin. Celana bermodel lurus (pipa) ini dipadukan dengan atasan dan jaket, sehingga pemakainya akan terlihat chic dan glamour.

Lalu untuk anak-anak, Alleira Batik menyiapkan berbagai dress dengan potongan loose yang diberi sedikit detail untuk mempercantik penampilan. Ada yang selutut, ada yang semata kaki. Cutting gaunnya rata-rata A-line, sangat cocot buat anak-anak.

"Bahannya dari katun agar nyaman buat anak-anak," papar Anita. Sementara untuk anak laki-laki, disiapkan kemeja, sama seperti koleksi pria dewasa. (X-11)

 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya