Baznas Adakan Pesantren Kilat di Atas Kapal Perang

Fetry Wuryasti
01/7/2015 00:00
 Baznas Adakan Pesantren Kilat di Atas Kapal Perang
(AFP/ADEK BERRY)
BADAN Zakat Amil Nasional ( Baznas) membawa 300 anak yatim peserta jambore untuk melaksanakan pesantren kilat di atas kapal perang TNI AL KRI Banda Aceh 593. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Jambore Anak Yatim Nusantara & Orphanship yang selama 3 hari sebelumnya diadakan di Kompleks Yatim Islamic Boarding School "Ahbaabullah Center" di Bogor.

Ini merupakan tahun ke empat Baznas bekerjasama dengan TNI AL mengadakan kegiatan Orphanship. Selain siraman rohani dan motivasi pendidikan, peserta akan diajak berkeliling kapal (tour ship) sekaligus berinteraksi dengan personel TNI yang bertugas.

"Jambore Orphanship hari ini merupakan yang ke empat yang selalu diselenggarakan Baznas tiap Ramadan, selalu kami adakan bersama komando lintas laut militer TNI angkatan laut," ujar Ketua Bidang Program Baznas Laksamana Muda (Purn) Husein Ibrahim, usai membuka Jambore Yatim Nusantara & Orphanship, di Jakarta, Rabu (1/7).

Pembinaan pesantren kilat, lanjut Husein umumnya dilaksanakan di daratan. Pembinaan akidah di atas kapal menjadi sesuatu yang berbeda yang diselenggarakan Baznas. Mereka ingin menanamkan pemahaman akan maritim kepada remaja peserta jambore.

Selain itu, dalam program orphanship ini, peserta akan dilatih menjadi pribadi yang lebih mandiri dan cinta negeri. Pesantren kilat yang berlangsung selama 5 hari di dua lokasi antara lain di Bogor (28/6-30/6) dan di atas kapal perang KRI Banda Aceh 593 (1/7-2/7) juga dapat dimanfaatkan peserta untuk bertanya berbagai hal kepada prajurit angkatan laun tentang bagaimana kehidupan di atas kapal.

"Mereka bisa berinteraksi dan bertanya kepada prajurit angkatan laut mengenai aspek-aspek kemaritiman dan arti laut bagi kejayaan bangsa. Sebab Presiden Joko Widodo selalu mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menguasai maritim,"

Selain itu, ujar Husein, peserta juga dapat menimba nilai-nilai kedisiplinan yang dijalankan oleh anak buah kapal TNI AL sehari-hari tentang bagaimana pengelolaan waktu kehidupan mereka di tengah laut, kerja sama tim, dan tanggung jawab yang harus dijalankan.

"Bahkan tahun-tahun lalu peserta juga belajar ikut menjalankan fungsi- fungsi yang dilakukan prajurit angktan laut. Sayangnya hari ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-69 TNI. Sehingga kapal tidak boleh berlayar,"

Diutarakan Husein , pihaknya dan TNI AL telah menandatangani nota kesepahaman untuk penyediaan mobil ambulance ke daerah terpencil di Indonesia.

"Nanti pihak angkatan laut yang akan mendistribusikan mobil ambulance ini Mereka yang menyediakan fasilitas transportasinya,"

Asisten perencanaan anggaran panglima komando lintas laut dan militer kolonel Laut Lukman Hakim mewakili Panglima Kolinlamil TNI AL Laksamana Muda Aan Kurnia mengatakan pesantren merupakan sarana mendidik pribadi anak menjadi seorang yang mandiri, berakhlak, bermotivasi tinggi dan cinta tanah air.

"Saya yakin dan percaya kalian semua bisa sukses dalam menjalani kegiatan ini. Sebab Indonesia merupakan kawasan yang kaya raya akan hasil bumi dan lautnya. Kalian semua sebagai penerus bangsa agar menyadari kekayaan alam Indonesia supaya bisa berinovasi mengelola sumber daya utk melaksanakan pembangunan nasional. Selamat belajar dalam dua hari ini di atas kapal," ujarnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya