Antisipasi Kecelakaan Mudik, Kemenkes Siapkan Sarana Kesehatan

Cornelius Eko Susanto
30/6/2015 00:00
 Antisipasi Kecelakaan Mudik, Kemenkes Siapkan Sarana Kesehatan
()
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 870 pos kesehatan, 1.094 puskesmas dan 1.554 rumah sakit (RS) selama musim arus mudik Lebaran. Sarana kesehatan itu berada di sepanjang jalur mudik Sumatra, Jawa, dan Bali.

Penyiapan sarana itu sebagai upaya menekan jumlah korban meninggal dan kecacatan akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama musim mudik Lebaran

“Setiap sarana kesehatan akan siap siaga selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek, pada apel siaga kesiapan bidang kesehatan mudik Lebaran 2015/1436H, di Jakarta, Selasa (30/6).

Kegiatan itu sendiri dihadiri oleh Dinas Kesehatan se-Jabodetabek. RS, jajaran lintas program dan sektor.

Di samping sarana pelayanan kesehatan, Kemenkes juga menyiapkan 21 ambulan dan 8 kendaraan khusus, seperti kendaraan roda empat untuk kegiatan promosi kesehatan, logistik dan pemeriksaan kesehatan pengemudi.

Lewat penyiapan berbagai sarana kesehatan dan fasilitas lainnya secara lintas sektor, Menkes berharap korban meninggal dan cacat akibat kecelakaan lalulintas (laka lantas) bisa ditekan.

“Kecelakaan menimbulkan kematian dan kecacatan. Itu yang harus kita cegah. Karena kematian dan kecacatan akan mempengaruhi kehidupan orang lain,” tandas dia.

Lebih jauh Menkes menambahkan, berkaca dari laporan Polri pada 2014 lalu, tren korban meninggal dan kasus laka lantas cenderung menurun dibandingkan pada 2013. Oleh karena itu, dia berharap pada tahun ini, tren penurunan serupa juga dapat terjadi.

Menurut data Polri, pada 2014 terjadi 3.122 kasus laka lantas selama mudik. Jumlah kasus ini lebih rendah 15,04% dibandingkan 2013. Selain itu, pada 2013 jumlah korban meninggal karena laka lantas selama mudik mencapai 701 orang. Pada 2014, korban meninggal menurun sebanyak 11,82% dibandingkan 2013.

Penurunan laka lantas selama mudik, lanjut Menkes, bisa diwujudkan dengan sejumlah upaya, seperti, pemahaman para pemudik soal mudik sehat, aman dan selamat dan kesiapan pemerintah beserta seluruh jajaran terkait, termasuk pelayanan kesehatan.

Selain itu penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang aman, nyaman, terjangkau dan mencukupi, termasuk sopir yang sehat dan bertanggung jawab, juga menjadi kunci bagi upaya penurunan kasus laka lantas.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes Murti Utami menambahkan, dari data Kementerian Perhubungan menunjukan jumlah pemudik terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2013 jumlah pemudik mencapai sekitar 18 ribuan. Pada 2014, jumlahnya naik menjadi sekitar 19 ribuan. Pada 2015 ini, tambah Utami, jumlahnya diperkirakan naik 1,96% menjadi 20 ribuan pemudik. Arus mudik utamanya terjadi di 10 provinsi, Yaitu Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Bali dan Sulsel.

Selain laka lantas, Utami mengingatkan perjalanan mudik juga memiliki resiko terjadinya keracunan makanan, infeksi berbagai penyakit menular, serta meningkatkan potensi kambuhnya penyakit kronis seperti, hipertensi, diabetes melitus dan asma.

“Hal lain yang juga harus diwaspadai adalah tindak kejahatan di perjalanan,” tandas dia.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya