Ramadan Latih Sifat Ikhlas

Fetry Wuryasti
29/6/2015 00:00
 Ramadan Latih Sifat Ikhlas
(MI/Panca Syurkani)
Dalam bulan Ramadan, banyak sifat manusia yang bisa diasah kemampuannya. Salah satunya melatih sifat keikhlasan dalam berbuat, yang dilaksanakan seseorang bukan karena tanggung jawab kepada orang lain, atasan, pimpinan, atau jabatan. Melainkan karena Allah SWT semata.

Ketua Umum Badan Zakat Amil Nasional (Baznas) Prof DR KH Didin Hafidhuddin menyampaikan hal tersebut dalam tausiahnya di Kompleks Yatim Boarding School Ahbaabullah Center di Bogor, Jawa Barat.

"Bisa saja orang berbohong di kala berpuasa, seperti dia berpuasa di rumah, namun saat di luar rumah dia makan dan kembali berpuasa saat pulang. Namun ketika Ramadan seseorang akan lebih terasah rasa ikhlasnya, kesadarannya bahwa puasa mereka lakukan hanya untuk Allah SWT semata.

Dalam sebuah Hadis Qudsi dituliskan, "setiap amal perbuatan untuk manusia kecuali berpuasa hanya untuk-Ku". Hal ini karena pada hakekatnya puasa menjadi hubungan hanya antara individu dan Allah SWT."

Sesunguhnya, lanjut Didin, setiap manusia itu rusak kecuali mereka yang punya ilmu. Adapun Oran yang memiliki ilmu juga akan rusak bila mereka tidak mengamalkan ilmunya.

Selanjutnya, orang yang mengamalkan ilmunya pun akan rusak kecuali dia ikhlas dalam melakukannya. Bahkan orang yang ikhlas pun terkadang juga akan terganggu karena rasa ingin mendapat balas budi.

"Pada ikhlas terdapat dua jenis, mukhlis ada mukhlas. Mukhlis merupakan orang yang sadar bahwa dia berbuat baik dan ikhlas. Ikhlas pada mukhlis ini kadang kala masih bisa bocor. Sementara mukhlas adalah orang yang berbuat segalanya hanya karena dan kepada Allah SWT. Illa ibadallah mukhlisin dan Illa ibadallah mukhlasin," ujarnya.

Menurut Didin, kedua jenis ikhlas tersebut bagus. Namun mukhlas adalah yang terbaik dan ini perlu dilatih. Sebab mukhlis masih merupakan proses untuk menjadi seorang mukhlas.

"Apa yang bisa kita latih dengan ibadah berpuasa? Pertama kemukhlasan. Kalau sudah ikhlas yang mukhlas hidup seseorang tidak akan terasa susah. dalam menjalankan hidupnya, dia akan berbuat dan berusaha dengan sungguh-sungguh dan tawakal menyerahkan hasilnya apapun kepada Allah SWT."

Kedua, ujar Didin, puasa melatih individu untuk hidup dalam suasana keIslaman. Pada bulan Ramadan, tampak tidak ada pemisahan dalam Islam. Di luar bulan Ramadan, diartikan sebagai ibadah hanya ketika seseorang salat ke masjid. Padahal dalam Islam semua semua kegiatan yang di luar salat seperti bekerja, beraktifitas, dan berbuat baikpun menjadi ibadah.

"Islam memiliki salat wajib di lima waktu. Maksimal setiap kali salat hanya memakan waktu selama 15 menit, dikali 5 waktu salat hanya 75 menit. Sementara Allah memberi manusia waktu satu hari ada 24 jam. 22 jam sisanya itu juga merupakan bagian dari ibadah di luar salat. Ketika peradaban Islam maju, semua orang sibuk bekerja ketika dengar adzan, mereka berhenti mengerjalan salat. Ada keberkahan di sanam juga terlihat, Islam mengajarkan manusia untuk disiplin,"

Tertulis dalam surat Al-An'am ayat 162, "Inna salati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil aalamin, sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam."

Kegiatan (baik) di luar salat juga merupakan bagian dalam ibadah. Oleh karenanya bila individu melakukannya dengan sungguh-sungguh juga mengundang keberkahan oleh Allah SWT, terlebih bila mereka berhenti sejenak dari aktivitasnya saat Allah memanggil untuk salat.

Ketiga, berpuasa memberi keberkahan, dimana antar individu berlomba-lomba saling berbagi keberkahan. "Semangat berbagi menjadi sangat luar biasa tinggal kita mengaturnya, untuk amal, sedekah, infaq dan juga zakat."

Terakhir, puasa meningkatkan semangat berjamaah. Pada berpuasa dalam bulan Ramadan, individu menjadi semangat untuk berbuka sahur, beribadah tarawih bersama-sama. Semangat berjamaah ibadah ini juga terlihat dalam konsep ekonomi berjamaah dan muamalat yang akhir-akhir ini banyak digaungkan. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya