Perlu Tambahan Anggaran Dana RS Pendidikan

Puput Mutiara
26/6/2015 00:00
 Perlu Tambahan Anggaran Dana RS Pendidikan
(MI/Atet Dwi Pramadia)
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir mengatakan, bahwa perlu tambahan anggaran dana untuk Rumah Sakit Pendidikan (RS Pendidikan). Pasalnya, total anggaran dana yang ada saat ini dinilai belum mencukupi.

"RS Pendidikan itu akar masalahnya di keuangan. Anggaran yang ada sekarang masih kurang sekali, jadi perlu ditambah," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (26/6).

Total anggaran dana yang sudah dikucurkan ke masing-masing perguruan tinggi negeri (PTN), jelas Nasir, berjumlah Rp10 miliar. Padahal idealnya, dibutuhkan sekitar Rp20 miliar-30 miliar untuk 24 RS Pendidikan yang akan dibangun.

Meski begitu, pihaknya tidak lantas menuntut pemerintah untuk segera menaikkan anggaran RS Pendidikan tersebut. Akan tetapi, terlebih dahulu harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompenten.

"Bermula dari kurangnya dana, ketersediaan sumber daya seperti tenaga medis dan alat-alat juga jadi kendala. Jadi kami akan siapkan dulu SDM-nya, baru kita buat anggaran operasionalnya," tuturnya.

Menurut dia, dari sisi tenaga dokter tidak terlalu mengkhawatirkan karena lulusan dari fakultas kedokteran di masing-masing PTN cukup banyak. Namun yang menjadi soal, yakni jumlah tenaga medis dan administrasi pendukung belum tersedia dengan baik.

Untuk itu, Kemenristek Dikti bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain itu, bersama dengan Kemenkes juga akan disiapkan alat-alat medis yang dibutuhkan.

"RS Pendidikan ini selain untuk layanan kesehatan, tapi juga yang lebih penting itu bisa dijadikan sebagai pusat riset kesehatan di PTN," ucapnya.

Ia menargetkan, di tahun 2017 sekitar 50% dari total 24 RS Pendidikan sudah bisa beroperasi secara optimal. Artinya, saat itu akan ada 12 RS Pendidikan di 12 PTN yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia.

Dari 12 RS Pendidikan tersebut, di antaranya yang sudah beroperasi yaitu Universitas Hasanudin di Makasar, Universitas Airlangga di Surabaya, dan Universitas Diponegoro di Semarang.

"Lainnya yang sedang kita siapkan juga adalah Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Indonesia," pungkasnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya