Direktorat Pembinaan Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikud memilih 89 siswa siswi mengikuti program Belajar Bersama Maestro (BBM).Mereka akan magang selama 10 hari ke 10 maestro yang ditetapkan Kemendikbud.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan mengatakan pihaknya telah melakukan seleksi sejumlah 274 orang dan terpilih 89 siswa-siswa SMA/SMK sederajat.
"Belajar dengan guru biasa sudah biasa namun belajar dengan bukan sekadar ketrampilan dan pengetahuan namun akan memberi inpirasi para pelajar kita," kata Kacung Marijan saat mendampingi Mendikbud Anies Baswedan pada pelepasan 89 pelajar tersebut di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (25/6).
Menurut Kacung, mereka akan magang langsung selama 10 hari di tempat maestro masing-masing.
Sepuluh maestro tersebut yakni Purwacaraka sebagai maestro komposer, Gilang Ramadan (maestro musik), I Nyoman Nuarta (maestro patung), Tan De Seng (maestro kecapi gitar dan suling), Sam Udjo (maestro musik angklung), Irawati Durban (maestro tari), Supadminingtyas (maestro sinden), Nasirun (maestro lukis), Didik Nini Towok (maestro tari), Aditya Gumay (maestro teater).
Sementara itu, Anies Baswedan dalam sambutan pelepasannya berpesan agar pelajar belajar secara total. "Tinggal dan belajar bersama maestro merupakan impian banyak orang. Jadi jangan sia-siakan kesempatan, manfaatkan dengan baik untuk mengembangkan ilmu dan kreativitas kalian," kata Anies.
Purwacaraka menambahkan kendati dalam waktu singkat 10 hari BBM tersebut ia akan berupaya sebaik-baiknya memberi bimbingan kepada pelajar dan mampu menyerap inspirasi tentang kemaestroan.
Maman Sulaiman, pelajar SMKN 13 Jakarta yang terpilih program BBM itu, mengaku senang. Dia akan belajar sebaik-baiknya mengikuti maestro teater Aditya Gumay.
"Saya senang banget lolos seleksi yang dan saya akan belajar dengan serius," tukasnya. (Q-1) (Q-1)