Kematian Akibat MERS Meningkat di Saudi, Jamaah Umrah Diminta Waspada

Cornelius Eko Susanto
24/6/2015 00:00
 Kematian Akibat MERS Meningkat di Saudi, Jamaah Umrah Diminta Waspada
(--(ANTARA/Saptono))
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar jamaah umrah di masa Ramadan waspada terhadap penularan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) di Arab Saudi. Pasalnya, penelitian menunjukkan tingkat kematian orang yang positif terinfeksi virus tersebut meningkat pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Penularan MERS di Arab Saudi masih terjadi. Bahkan rasio kematiannya meningkat,” sebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Tjandra Yoga Aditama, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (24/6).

Dia mencontohkan belakangan ini kembali ditemukan tiga kasus baru positif MERS di Arab Saudi. Dengan demikian, kini terdapat total 1.038 kasus positif MERS di sana, dengan 459 di antaranya meninggal dunia, 573 berhasil disembuhkan dan 6 orang masih dalam tahap perawatan.

Yang menarik, lanjut dia, jika kasus selama Januari-Juni 2015 diperbandingkan dengan 2014 di periode bulan yang sama, rasio kematian pasien positif MERS justru meningkat. Di Januari-Juni 2014 jumlah kematian mencapai 39% dari total pasien positif. Pada periode yang sama di 2015 rasio kematian meningkat jadi 47%.

Selain itu, tren penularan di Arab Saudi juga menunjukkan ke rata-rata umur yang lebih muda pada tahun ini.

“Kalau di 2014 rata-rata pasien yang tertular berumur 55 tahun, pada tahun ini rata-ratanya terjadi di usia 49 tahun,” sebut Tjandra yang juga menjabat sebagai anggota Emergency Committe on MERS CoV di Badan Kesehatan Dunia, WHO.

Kendati rasio kematian meningkat dan umur semakin muda, Tjandra melaporkan ada tren positif terkait penularan MERS yang terjadi di Arab Saudi. Hal positif itu seperti, jumlah petugas kesehatan yang tertular MERS di sana menurun dari 29% di 2014 menjadi 10% di 2015. Selain itu, kasus penularan MERS di 2014 juga menurun dari 573 kasus baru menjadi sementara 201 di tahun ini.

Walau meminta jamaah waspada, Tjandra menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan travel warning terkait kejadian wabah MERS di Arab Saudi.

Akan tetapi, Kemenkes juga telah mengeluarkan himbauan agar para calon jamaah umrah yang memiliki penyakit kronis paru, jantung, dan ginjal untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Sedangkan jika sudah berada di Arab Saudi, Tjandra menyarankan agar para jamaah selalu melakukan tiga hal, yakni, sering-seringlah mencuci tangan menggunakan sabun setidaknya selama 20 detik, jangan naik unta, menyentuh unta dan minum susu unta, serta selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes M Subuh, mengatakan masyarakat tidak perlu takut tetapi tetap harus berhati-hati terhadap penularan MERS di sana.

“Pemerintah juga terus menyosialisasikan bahaya virus itu sehingga masyarakat dapat secara mandiri mengantisipasinya,” kata dia.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya