Dosen UNS Kembangkan Antikanker Berbahan Daun Sirsak
Ferdinand
18/6/2015 00:00
(MI/Ferdinand)
DAUN sirsak (annona muricata leaves) telah cukup lama dikenal berkhasiat obat. Masyarakat jaman dulu menggunakannya sebagai jamu seduh untuk mengobati hipertensi, asam urat, diabetes, dan asma atau sesak nafas.
Ragam khasiat itulah yang memancing rasa penasaran tiga orang dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah untuk mengeksplorasi khasiatnya lebih jauh. Mereka adalah Okid Parama Astirin, Anif Nur Artanti, dan Adi Prayitno.
Penelitian panjang selama tiga tahun sejak 2012 yang dilakukan dosen program studi biologi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) dan fakltas kedokteran itu mulai membuahkan hasil.
“Daun sirsak mengandung bioaktif yang mampu mengisolasi sekaligus membunuh sel kanker serviks dan nasopharing atau tumor ganas yang menyerang tenggorokan,†Okid Parama Astirin saat ditemui di laboratorium fakultas MIPA UNS, Kamis (18/6).
Pengembangan antikanker berbahan daun sirsak yang dilakukan Okid, Anif, dan Adi berbeda dengan penelitian terdahulu. Mereka tidak lagi menggunakan crude extract daun sirsak, tetapi sudah dilakukan isolasi. Dengan demikian akan lebih jelas komponen senyawa apa yang lebih dominan dan efektif untuk mengobati dua jenis kanker tersebut.
Menurut Okid, pada prinsipnya kanker adalah disfungsi DNA. Isolat daun sirsak ini bekerja dengan cara menemukan DNA yang tidak terkendali tersebut lalu kemudian mengisolasinya sehingga tidak menyebar dan bahkan membunuhnya.
“Isolat teraktif daun sirsak (annona muricata leaves) mengandung senyawa terpenoid dan steroid,†imbuhnya.
Senyawa terpenoid dapat menghambat siklus sel pada fase mitosis (pembelahan sel) dengan menstabilkan benang-benang spindel sehingga proses mitosis tidak terjadi. Terpenoid juga dapat memicu apoptosis melalui mekanisme inhibisi enzim topoisomerase.
Dalam golongan terpenoid terdapat senyawa taxol yang dapat menghambat mitosis dengan cara merusak mikrotubul. Ketika mikrotubul tidak terbentuk maka akan terjadi pengeblokan pada saat mitosis atau dengan kata lain bisa mencegah terjadinya pembelahan sel.
“Pembuktikan dengan menggunakan immunisitokimia membuktikan bahwa isolat daun risak dapat mematikan sel kanker serviks dan nasopharing melalui jalan mengaktifkan apoptosis dan menekan prolifersi sel,†jelas Okid.
Okid berharap hasil penelitian yang dilakukan bersama dua rekannya itu kelak bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Oleh karena itu, mereka bercita-cita untuk bisa memproduksi secara massal antikanker berbahan daun sirsak ini.
“Target kami dua tahun lagi mudah-mudahan sudah bisa diproduksi massal,†pungkasnya. (Q-1)