KENAIKAN harga beberapa bahan pangan akhir-akhir ini berdampak buruk bagi dunia pendidikan.Pasalnya,banyak siswa dari keluarga miskin dan guru, khususnya guru non-PNS amat terpukul.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo melalui rilisnya kepada pers di Jakarta, Rabu (17/6).
Menurutnya, dalam pantauan PGRI banyak siswa dari keluarga miskin smulai mengalami kesulitan memperoleh biaya transportasi dan biaya hidup keluarganya. Bahkan, beberapa siswa sudah mulai bekerja membantu orang tua dalam menopang kehidupan rumah tangga.
"Kondisi ini berdampak serius pada sebagian siswa untuk menikmati pendidikan. Bahkan, ada anak yang sedang mempertimbangkan untuk berhenti sekolah sementara karena harus membantu orangtua. Alhamdulillah, guru-guru bergotong royong membantu mereka, sehingga sampai kini masih tetap bersekolah,"paparnya.
Pada sisi lain,lanjutnya, kenaikan harga juga sangat dirasakan pengaruhnya bagi guru non-PNS (guru honor maupun guru di sekolah swasta kecil). Penghasilan mereka yang sangat minim, sungguh membuat mereka terpukul dan tidak berdaya.
Hemat Sulistiyo,pada kondisi harga-harga tidak naik saja, mereka sudah kesulitan dengan mencari tambahan pekerjaan serabutan, apalagi dengan penghasilan yang tidak naik, harga-harga naik semua. "Hal ini sungguh sangat mengganggu kinerja mereka,"cetusnya.
Ia mengingatkan para guru honorer dan guru luar biasa (guru tidak tetap) di sekolah swasta kecil, banyak yang menerima penghasilan sekitar Rp 250.000,00 per bulan. Bahkan, tahun ini banyak yang menerima penghasilannya memurun karena Kemendikbud menurunkan anggaran BOS yang bisa digunakan untuk mendukung pemberian penghargaan kepada guru.
"Sekarang maksimal hanya 15 % saja, tahun lalau masih minimal 20%. "Kemedikbud perlu memperoleh pemahaman yang baik, tentang kondisi nyata persekolahan," tegasnya.
Jika kondisi ini dibiarkan, hemat Sulistiyo PGRI khawatir mutu pendidikan yang tidak beranjak naik, akan terpuruk.
Ia meminta, pemerintah harus segera menstabilkan harga bahan pangan yang terjangkau oleh masyarakat bawah dan miskin. "Ya, pemerintah harus bertanggung jawab dengan serius melakukan upaya-upaya kongkrit," tandasnya.
Ia membandingkan pada beberapa negara lain harga-harga tetap stabil, tidak terpengaruh gaji naik, dalam memasuki tahun baru maupun saat menyongsong bulan Ramadhan, termasuk hari raya Idul Fitri.
"Kami sungguh perihatin dengan kondisi ini. Semoga pejabat yang terkait punya rasa malu dan segera bertindak kongkrit memperbaiki situasi demi kesejahteraan dan perbaikan kalangan dunia pendidikan kita," pungkasnya. (Q-1)