Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan seluruh siswa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap hari sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Kebijakan ini mulai berlaku pada tahun ajaran baru mendatang.
“Selain untuk menanamkan nilai kebangsaan dan cinta Tanah Air ke dalam jiwa anak Indonesia sejak dini, menghafal dan menghayati lagu kebangsaan merupakan nilai yang harus terinternalisasi di alam kesadaran siswa melalui pembiasaan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan ke seluruh kepala dinas dan kebudayaan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. Dalam surat tertanggal 11 April 2017 bernomor 21042/MPK/PR/2017 itu, salah satu poinnya meminta agar lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan sebelum kegiatan belajar mengajar dilangsungkan.
Mendikbud mengatakan lagu Indonesia Raya akan dinyanyikan bersama-sama di kelas sebelum pelajaran dimulai. Setiap siswa diberi kesempatan secara bergilir menjadi dirigen untuk memimpin isi kelas dalam menyanyikan lagu kebangsaan tersebut.
Hanya sedikit berbeda dengan lagu Indonesia Raya yang selama ini dinyanyikan dengan satu stansa (bait), pihak Kemendikbud saat ini sedang menyiapkan produksi lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan tiga stansa.
“Aslinya kan memang tiga (stansa). Kami sedang siapkan supaya naskahnya bisa segera dibagi ke satuan pendidikan untuk diperbanyak,” ucapnya.
Kendati diwajibkan bagi seluruh sekolah di Indonesia yang jumlahnya mencapai 220 ribu sekolah dengan 50 juta siswa, lanjut Muhadjir, penerapannya tetap akan dilakukan secara bertahap. “Yang pasti akan ada penilaian yang jadi satu dengan komponen lain seperti nilai-nilai keagamaan, kejujuran, dan sebagainya.”
Tidak sekadar menyanyi
Praktisi dan pengamat pendidikan Itje Chodidjah mengatakan kewajiban menyanyikan lagu Indonesia Raya harus diiringi dengan pembahasan makna yang terkandung di dalamnya sesuai tingkat usia anak.
Dengan demikian, lanjutnya, siswa tidak sekadar menghafal lagu kebangsaan, tetapi lebih dari itu bisa menghayati serta mampu menebalkan rasa nasionalisme sebagai generasi penerus bangsa di masa depan. “Menyanyikan saja tanpa adanya penghayatan tidak ada artinya. Guru juga perlu menekankan pada bagaimana khidmatnya menyanyikan lagu Indonesia Raya bukan sekadar nyanyi.”
Aturan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini menuai beragam reaksi siswa. Sella, siswi SMAN 12 Tangerang Selatan, mengatakan tidak ada salahnya menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap hari, apalagi jika dibarengi dengan penghayatan yang baik.
Sementara itu, Safa Aulia, siswi SMAN 78 Jakarta, menilai kewajiban menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai upaya yang bagus agar siswa saat ini tetap memiliki rasa kebangsaan yang besar. Menurut dia, cara ini bisa efektif, tetapi mungkin dampaknya tidak akan langsung terlihat. “Kalau menurut aku, sih efektif, tetapi mungkin emang tidak langsung kelihatan hasilnya, tetapi seenggaknya sedikit demi sedikit mulai belajar mencintai dan mengenal bangsa sendiri,” tuturnya.
Siswa SMAN 78 lainnya, Muhammad Zaki Hamdani, menilai cara ini kurang efektif untuk menumbuhkan rasa kebangsaan. Pasalnya, saat menyanyi Indonesia Raya, bisa jadi sedikit yang menghayatinya dengan baik.
“Masih banyak yang main handphone waktu lagu dinyanyikan. Itu udah dipraktikan di sekolahku,” kata Zaki. (Nic/AD/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved