Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMENANG Perdamaian termuda, Malala Yousafzai, secara resmi akan didaulat menjadi Duta atau Utusan Bidang Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Gadis berusia 19 tahun tersebut dijadwalkan untuk bertemu dan dilantik secara resmi oleh Sekjen PBB Antonio Guterres pada Senin, (9/4) mendatang.
Hal tersebut telah dikonfirmasi secara resmi oleh Juru bicara PBB Stephane Dujarric hari Jumat (7/4) lalu. Stephane mengatakan, Malala akan memusatkan perhatian untuk mempromosikan pendidikan anak perempuan di seluruh dunia.
Aktivis pendidikan asal Pakistan tersebut mulai dikenal banyak kalangan ketika Taliban menembaknya di kepala pada tahun 2012 silam. Yousafzai ditembak di atas bus sekolah yang ia tumpangi dengan alasan telah melanggar aturan dengan mengampanyekan pendidikan bagi anak perempuan yang ditentang oleh kelompok tersebut.
Enggan menyeran dengan usahanya meski berbahaya, Yousafzai kembali melanjutkan aksinya ketika mulai pulih. Usahanya tersebut kemudian diapresiasi dunia lewat Nobel Perdamaian pada 2014.
"Meski menghadapi bahaya besar, Malala tetap menunjukkan komitmen yang tidak tergoyahkan untuk memperjuangkan hak perempuan, anak perempuan, dan semua orang," ujar Guterres, seperti dilansir dari the-star.co.ke, Sabtu (8/4).
Kegigihannya dalam memperjuangkan pendidikan bagi anak perempuan telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Tidak hanya di negaranya, tetapi juga banyak negera lain yang memiliki permasalahan sejenis dengan yang dihadapi Malala.
"Sekarang sebagai Utusan Perdamaian PBB yang termuda, Malala dapat melakukan hal-hal yang sama atau lebih besar dari yang pernah ia lakukan untuk menolong dan menciptakan perdamaian di dunia," ujar Guterres.
Malala yang mendapatkan perawatan media di Inggris saat ini telah mengikuti pendidikan di sana. Tidak hanya itu, ia juga telah mendirikan yayasan bernama Malala Fund yang bekerja untuk membantu membuat proyek pendidikan bagi anak perempuan di negara-negara berkembang.
Mengawali perannya sebagai Utusan Perdamaian, Malala juga telah beberapa kali mengunjungi pengungsi di negara-negara berkonflik, seperti Rwanda dan Kenya pada bulan Juli lalu. Ia menyuarakan dan membawa bantuan bagi pengungsi anak perempuan di wilayah-wilayah tersebut. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved