Indonesia Perlu Ubah Strategi Pasar Sawit

Puput Mutiara
08/4/2017 18:31
Indonesia Perlu Ubah Strategi Pasar Sawit
(MICOM/VICKYG)

PENGESAHAN Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforests oleh Parlemen Eropa yang isinya dinilai telah menghina Indonesia terkait persoalan sawit sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pasar sawit luar negeri. Mengingat, Eropa merupakan negara pengimpor sawit dari Indonesia sebesar 40%.

Namun demikian, menurut Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Indonesia Tarsoen Waryono, pemerintah sebenarnya tidak perlu khawatir mengenai hal itu. Meski Eropa bakal menarik diri dari pembelian sawit Indonesia, namun masih banyak negara lain yang bisa menghasilkan potensi pasar lebih besar.

"Kita memang harus hati-hati, mungkin pasar akan tergoncang sedikit tapi nantinya nggak. Yang perlu dipikirkan mungkin ialah mengubah strategi pasar," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (8/4).

Menurut Tarsoen, pemerintah bisa mulai menggeser pasar sawit dengan target ke negara-negara Asia seperti Cina dan India, Australia, bahkan mungkin lari ke Timur Tengah. Hanya perlu ditekankan dari sisi pemanfaatan sawit, pemerintah harus konsisten menjadikan sawit sebagai makanan.

Persoalannya kadang-kadang dijadikan cadangan biodiesel. Sawit kita diboikot kaena proses produksinya dianggap tidak bagus dan juga merusak lingkungan, padahal Indonesia dengan hutannya yang begitu luas digadang-gadang sebagai paru-paru dunia.

"Ini masalahnya. Tapi apakah kemudian sawit kita akan hancur? Tidak, karena kalau mereka mau menyaingi kita itu bunga matahari di daerah subtropis kalau mau diproduksi jadi minyak tidak ada 1/10 dari produksi sawit kita," tuturnya.

Terlepas dari itu, imbuh Tarsoen, Indonesia harus tetap memperjuangkan sawit dari berbagai persoalan yang dihembuskan oleh pihak Uni Eropa termasuk Amerika tersebut karena saat ini sawit sangat bisa diandalkan. Dibandingkan mnyak sekarang ini sawit sebagai penghasil devisa tertinggi. (Ol-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya