Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN intoleransi tidak boleh dibiarkan berkembang.
Terlebih, kondisinya saat ini sudah semakin memprihatinkan lantaran terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat hingga ke ranah pemerintahan.
Demikian kata aktris Jessica Mila Agnesia, 24, kemarin di Jakarta.
Sebab tak ingin bangsanya hancur akibat perpecahan yang dipicu masalah intoleransi, perempuan berdarah Jawa-Belanda dan Manado itu pun mengajak masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, agar mempererat persatuan.
"Jangan terpecah-belah hanya karena hal-hal tertentu. Jangan sampai toleransinya makin lama makin menipis. Apalagi kita di Indonesia itu ada banyak budaya, ada banyak agama," ujarnya saat peluncuran kampanye Kasih Sayang Kasih Dove di Jakarta, kemarin.
Menurut Mila, begitu ia akrab disapa, sikap membeda-bedakan serta saling menyalahkan satu sama lain tidak akan membuat Indonesia maju dan lebih baik.
Justru sebaliknya, bisa menurunkan martabat bangsa yang selama ini dikenal dengan keramahan penduduknya.
Pemeran Nayla dalam sinetron Ganteng-Ganteng Srigala itu juga mengimbau kepada para penggemar dan masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh isu berita hoax (palsu).
Pasalnya, belakangan marak informasi yang disanksikan kebenarannya, terutama di media sosial.
Dalam menyikapi pemberitaan semacam itu, gadis yang konon diakui Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, sebagai sosok pacar idaman itu mengaku selalu memastikan kebenaran informasi yang didapatkan.
"Enggak jarang juga intoleransi itu dipicu sama informasi kayak gitu. Kalau bisa, kalau mau menyebarkan lagi, juga harus tahu kalau itu benar-benar berita yang benar. Jangan asal nyebarin. Pastinya itu bisa menimbulkan perpecahan," tukasnya.
Mila juga berharap, para calon pemimpin Ibu Kota yang akan bersaing meraih kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Februari nanti, menjadikan persoalan intoleransi sebagai prioritas untuk dihilangkan.
"Setiap saat pasti ada masalah. Tapi, intoleransi ini mesti jadi PR (pekerjaan rumah) bersama pemerintah dan masyarakat," cetus selebritas multitalenta tersebut.
Kampanye toleransi
Setelah melihat maraknya kasus kekerasan yang terjadi di sekolah,
Mila menduga hal itu disebabkan sikap toleransi yang masih sangat minim.
Anak-anak harus dibekali pemahaman pentingnya budaya saling menghargai dan menghormati sesama.
Ia pun mengaku ingin sekali melakukan kampanye mengajak generasi muda lebih toleran.
Namun, hingga kini, dara manis kelahiran Kota Langsat, Aceh, itu urung melakukan kampanye tersebut.
"Aku nunggu ada yang ngajakin campaign untuk itu. Sementara sih lebih ke perilaku saja. Gimana aku bisa mencontohkan ke masyarakat," tuturnya.
Namun, sebagai tokoh publik, sarjana ekonomi lulusan Universitas Bina Nusantara itu menyadari tidak mudah memengaruhi orang lain.
Oleh karena itu, ia mengaku ingin sekali mempelajari karakter orang lain.
(H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved