Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJUALAN minyak goreng curah akan disetop per April tahun ini dan pendistribusiannya akan menggunakan kemasan berlabel.
Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai pihaknya masih akan meminta peta jalan dari para pabrik minyak goreng. Peta jalan tersebut dimaksudkan untuk melihat rencana detail para industri minyak sawit. "Kita masih minta peta jalannya dari pabrik-pabrik," ucap Enggar di Jakarta, Rabu (1/2).
Di kesempatan yang sama, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti mengatakan para pabrikan minyak sawit yang sebelumnya menjual minyak goreng tanpa merek bisa menggunakan merek pemerintah, yakni Minyak Kita. Hal itu juga dinilainya bisa mengurangi biaya produksi.
"Siapa saja bisa pakai, jadi mereka tidak perlu mendaftarkan mereknya. Dengan menggunakan brand kita, tidak perlu keluar biaya," tukas Tjahya.
Pemerintah pun, kata dia, bakal banyak merilis minyak goreng kemasan dengan bungkus kecil, yakni minimal 200 mililiter (ml). Namun, dia belum menghitung prediksi peningkatan penjualan minyak goreng kemasan bila wacana ini dirilis per April mendatang.
Sebelumnya, Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang beranggapan wacana penjualan minyak goreng wajib dengan kemasan berlabel bakal meningkatkan penggunaan minyak goreng dalam negeri. Hal itu disebabkan beralihnya penggunaan minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan berlabel.
Selama ini, sebanyak 70%-80% penjualan minyak goreng dalam negeri didominasi minyak curah yang tidak berlabel. "Pada 2017 mungkin pembelian dalam negeri akan naik karena April nanti pemerintah katanya tidak akan lagi kasih perpanjangan penjualan minyak curah. Per April, semua minyak goreng harus berlabel dalam kemasan," tutur Togar di Kantor Gapki, Jakarta, Selasa (31/1).
Untuk mengantisipasi harga yang mahal, Togar mengatakan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan tengah melakukan persiapan. Industri minyak goreng akan mulai menjual minyak goreng dengan kemasan kecil, yakni 220-250 mililiter (ml).(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved